Minggu, 07 Oktober 2012
Senin, 01 Oktober 2012
macet
MACET
Kini kepalaku makin pening
mataku mulai sayu
kehendak jiwaku mulai tergerai
gairah menjadi kusam
tak lagi memiliki apa apa
harapan ku kini telah hancur
bersama penantian yang hampir ku raih
Kini kepalaku makin pening
mataku mulai sayu
kehendak jiwaku mulai tergerai
gairah menjadi kusam
tak lagi memiliki apa apa
harapan ku kini telah hancur
bersama penantian yang hampir ku raih
saatnya tiba
dengan segala kesiapan
dengan segala kepastian
melangkah menemui sang harapan
terhalang waktu dan ruang
kini semua hancur
semua sirna
terbawa harapan siang
aku tak lagi mampu berbuat
presentasiku gagal
usaha yang telah kusiapkan menjadi kacau
terseret tandusnya siang ini
kini aku hanya mampu diam
membisu
hanyut dalam penyesalan keadaan
kenapa musti harus macet
kenapa pula harus ku tempuh jalanan yang tak membuatku nyaman
duh..........
Siang dengan peluh yang membakar belantara kehidupan
tak jua hari ini
semakin hari
aku semakin mengeluh
macet dan macet
Jumat, 28 September 2012
kau
Kau adalah suryaku
yang memancarkan kehangatan dari kelunya hentakan kerinduan
kau adalah anginku
yang senantiasa membisikkan
hembusan kesejukan makna cinta
kau adalah kelamku
yang setia memberikan kekuatan
untuk bertahan menerjang
yang memancarkan kehangatan dari kelunya hentakan kerinduan
kau adalah anginku
yang senantiasa membisikkan
hembusan kesejukan makna cinta
kau adalah kelamku
yang setia memberikan kekuatan
untuk bertahan menerjang
gejolak rasa
kau adalah idolaku
kaua adalah cintaku
.kau adalah kasihku
kau adalah napas rinduku
tanpa kau hariku terasa tandus
terasa hampa
tak ingin kehilanganmu karena kau adalah roh cintaku
kau adalah idolaku
kaua adalah cintaku
.kau adalah kasihku
kau adalah napas rinduku
tanpa kau hariku terasa tandus
terasa hampa
tak ingin kehilanganmu karena kau adalah roh cintaku
Senin, 24 September 2012
kebahagiaan
KEBAHAGIAAN
ada dua hal dalam hidup manusia
dia seorang perempuan
dan dia seorang lelaki
semua wanita mengenal lelaki
semua wanita mengarapkan lelaki
namun tak semua wanita menghargai lelaki
hanya wanita yang soleha yang menjunjung harkat lelaki
demikian pula dengan lelaki
semua lelaki ingin mengenal wanita
semua lelaki ingin mendapatkan wanita
namun tak semua lelaki menghargai wanita
karena lelaki terhormatlah yang menghargai seorang wanita
hidup tanpa wanita
tak akan pernah merasakan syurga dunia
dan hidup tanpa lelaki
tak akan pernah menikmati keindahan makna cinta
lelaki adalah sang pecinta
dan wanita adalah yang mencintai
karena hidup ini di gerakkan oleh nafsu
tanpa nafsu tak akan pernah merasakan arti
dan makna syurga dunia
keindahan taman hati
akan tercipta lewat sentuhan kalbu
yang di warnai oleh gemerlap bunga cinta
jika cinta ternodai
maka prahara jiwa akan terasa gersang
alangkah bahagianya seorang dengan keimanannya
menjalankan nafsunya dengan sederhana
dan berperilaku sebagai manusia sejati
menikmati keindahan nafsu
dengan menghalalkan keridhaan sang kekasih
lewat ijab dan kabul
lewat ikrar perkawinan
hingga tercipta keindahan nafsu
yang akan membawa makna cinta yang hakiki
ada dua hal dalam hidup manusia
dia seorang perempuan
dan dia seorang lelaki
semua wanita mengenal lelaki
semua wanita mengarapkan lelaki
namun tak semua wanita menghargai lelaki
hanya wanita yang soleha yang menjunjung harkat lelaki
demikian pula dengan lelaki
semua lelaki ingin mengenal wanita
semua lelaki ingin mendapatkan wanita
namun tak semua lelaki menghargai wanita
karena lelaki terhormatlah yang menghargai seorang wanita
hidup tanpa wanita
tak akan pernah merasakan syurga dunia
dan hidup tanpa lelaki
tak akan pernah menikmati keindahan makna cinta
lelaki adalah sang pecinta
dan wanita adalah yang mencintai
karena hidup ini di gerakkan oleh nafsu
tanpa nafsu tak akan pernah merasakan arti
dan makna syurga dunia
keindahan taman hati
akan tercipta lewat sentuhan kalbu
yang di warnai oleh gemerlap bunga cinta
jika cinta ternodai
maka prahara jiwa akan terasa gersang
alangkah bahagianya seorang dengan keimanannya
menjalankan nafsunya dengan sederhana
dan berperilaku sebagai manusia sejati
menikmati keindahan nafsu
dengan menghalalkan keridhaan sang kekasih
lewat ijab dan kabul
lewat ikrar perkawinan
hingga tercipta keindahan nafsu
yang akan membawa makna cinta yang hakiki
getar asmara
Perjuangan menggapai sang malam
kala surya mulai letih menyinari siang
kini akan tergantikan dengan kelam
aku tetaplah aku
tak akan terkikis oleh waktu
aku yang senantiasa termangu
kala surya mulai letih menyinari siang
kini akan tergantikan dengan kelam
aku tetaplah aku
tak akan terkikis oleh waktu
aku yang senantiasa termangu
saat guratan bayangan senyum indahmu menebarkan pesona
membuatku tak berdaya
aku tetaplah aku yang mencintaimu
aku tetaplah aku yang merindukanu
membuatku tak berdaya
aku tetaplah aku yang mencintaimu
aku tetaplah aku yang merindukanu
kau kekasihku yang aku cintai
kekasih yang mendamaikan gundah rinduku
kau adalah kau yang selalu menebarkan keindahan
oleh senyum tipis
yang senantiasa menerawang
buih kehangatan
aku tetaplah aku
yang menunggumu
menunggu saat kau mengatakan
sayangmu pada ku
kekasih yang mendamaikan gundah rinduku
kau adalah kau yang selalu menebarkan keindahan
oleh senyum tipis
yang senantiasa menerawang
buih kehangatan
aku tetaplah aku
yang menunggumu
menunggu saat kau mengatakan
sayangmu pada ku
Jumat, 14 September 2012
teriknya rinduku
Diam di teduhnya rindang pepohonan nan menyejukkan
menghirup angin
menatap cakrawala belantara kehidupan
lalu lalang monster besi
menerjang teriknya sang mentari
asap knalpot
deru dan hentakan klakson
dan derit ban saat mengerem
menghirup angin
menatap cakrawala belantara kehidupan
lalu lalang monster besi
menerjang teriknya sang mentari
asap knalpot
deru dan hentakan klakson
dan derit ban saat mengerem
membuat suasna panas menyesakkan
mencari ruang buat hati
untuk menikmati suasana kerinduan yang menyelimuti
relung kalbu cintaku
hati makin letih
mencari bayangan rinduku
menerobos ruang waktu
dengan teriknya terpaan asmara yang membuatku hanya mampu berdesah
air mataku mengering
terbakar api cintamu
ingin setetes air kesejukan makna kasimu
membasahi relung kalbu rinduku
yang gersang
yang tandus
yang kerontang
dan kini aku hanya mampu diam
menikmati derita rinduku
mencari ruang buat hati
untuk menikmati suasana kerinduan yang menyelimuti
relung kalbu cintaku
hati makin letih
mencari bayangan rinduku
menerobos ruang waktu
dengan teriknya terpaan asmara yang membuatku hanya mampu berdesah
air mataku mengering
terbakar api cintamu
ingin setetes air kesejukan makna kasimu
membasahi relung kalbu rinduku
yang gersang
yang tandus
yang kerontang
dan kini aku hanya mampu diam
menikmati derita rinduku
cinta itu rahasia
di kejar dia lari
di diamkan mengakibatkan kehancuran dan derita hingga putus asa
saat tak jua menemukan arti cinta
berdoa dan berusaha untuk mengejarnya
dia nyata namun sulit untuk di raih
jarena hakekat gaib itu adalah ridah ilahi
tak jua satu insan yang mengetahui siapa cintanya
siapa belahan jiwanya
siapa jodohnya
dari mana dia
seperti apa dia
karena cinta itu RahasiaNya
cinta harus di kejar karena dia akan cepat berlalu
cinta harus usaha karena cinta butuh pengorbanan
cinta harus di raih karena cinta adalah haknya nafsu
keindahan adalah nafsu
kebahagiaan adalah nafsu
karena nafsu kita merasakan derita
karena nafsu kita tau arti sakitnya derita cinta
karena nafsu itu adalah motornya kehidupan
di diamkan mengakibatkan kehancuran dan derita hingga putus asa
saat tak jua menemukan arti cinta
berdoa dan berusaha untuk mengejarnya
dia nyata namun sulit untuk di raih
jarena hakekat gaib itu adalah ridah ilahi
tak jua satu insan yang mengetahui siapa cintanya
siapa belahan jiwanya
siapa jodohnya
dari mana dia
seperti apa dia
karena cinta itu RahasiaNya
cinta harus di kejar karena dia akan cepat berlalu
cinta harus usaha karena cinta butuh pengorbanan
cinta harus di raih karena cinta adalah haknya nafsu
keindahan adalah nafsu
kebahagiaan adalah nafsu
karena nafsu kita merasakan derita
karena nafsu kita tau arti sakitnya derita cinta
karena nafsu itu adalah motornya kehidupan
dehidrasi
Wujud cintamu terwujud lewat teriknya mentari
yang membakar amartha kasih
membakar raungan asa
terperosok oleh silaunya terpaan sinar cintamu
hati terkapar terbakar teriknya terpaan cintamu
tak jua ada keteduhan
ragaku lunglai
dehidrasi oleh terpaan panas terik cinta yang kau tawarkan
yang membakar amartha kasih
membakar raungan asa
terperosok oleh silaunya terpaan sinar cintamu
hati terkapar terbakar teriknya terpaan cintamu
tak jua ada keteduhan
ragaku lunglai
dehidrasi oleh terpaan panas terik cinta yang kau tawarkan
kini tak lagi ada sehelai daun buat keteduhan jiwaku
galau
terkapar dalam keletihan
menerobos gurun perjalanan menggapai rasa cintaku padamu
mata ku tak lagi memiliki setitik air kesejukan
terbakar oleh terpaan surya cintamu
kering
kerontangkan kegalauan
oh cinta
aku tak lagi mampu berbuat
kini aku kalah
kini aku lost
dan menjadi budak
yang tak lagi mampu keluar dari harapan damai
aku mencintaimu
aku sangat menyayangimu
aku benar merindukanmu
aku sangat menyukaimu
dan kini aku hanya mampu berucap
terimalah cintaku
agar angin suamu
mendatangkan kesejukan
dari terpaan cintamu
Selasa, 28 Agustus 2012
terbakar cinta
dengan suasana senja yang mulai mempersiapkan diri
buat meninggalkan hari ini
tak terasa semua berjalan dengan kenyataan yang ada
gersang
tandus
kering
air adalah harapan kesegaran
kini aku hanya diam
termangu
menunggu sisa keringat yang mau mengering
sepoi pendingin udara
tak jua mampu mengusir kegersangan ini
keringatku semakin mengalir dengan deras
kala hati tak jua damai
tak jua mau dingin
oleh suasana saat ini
senyum impian kini menjadi mimik menakutkan
tiap ingat akan dirimu
getar kalbuku menjadi gusar
datangkan angin kering kegerahan
diamku hanya lesu
diamku hanya menelusuri tatapan kosong
hampa oleh kenyataan yang ada
daun-daun rinduku kini berguguran
tertiup prahara asmara yang kau tawarkan
kini aku telah terjerat
tak jua mampu lepas dari rasa gerah
dari kekeringan
betapa air kesejukan jiwa
telah kerontang
terbakar api cinta yang kau tawarkan
pohon ragaku kini mulai mengering
oleh tandusnya taman eden harapan cintaku
aku tak lagi mampu menemukan setitik air kesejukan
kala letihku
lelahku
membuatku semakin tertekan
air mataku telah mengering
tak lagi memberikan kesegaran
kin aku hanya mampu diam
menunggu saatnya ridha ilhi
ku pertahankan imanku
untuk menggapai harapan yang lebih baik
buat meninggalkan hari ini
tak terasa semua berjalan dengan kenyataan yang ada
gersang
tandus
kering
air adalah harapan kesegaran
kini aku hanya diam
termangu
menunggu sisa keringat yang mau mengering
sepoi pendingin udara
tak jua mampu mengusir kegersangan ini
keringatku semakin mengalir dengan deras
kala hati tak jua damai
tak jua mau dingin
oleh suasana saat ini
senyum impian kini menjadi mimik menakutkan
tiap ingat akan dirimu
getar kalbuku menjadi gusar
datangkan angin kering kegerahan
diamku hanya lesu
diamku hanya menelusuri tatapan kosong
hampa oleh kenyataan yang ada
daun-daun rinduku kini berguguran
tertiup prahara asmara yang kau tawarkan
kini aku telah terjerat
tak jua mampu lepas dari rasa gerah
dari kekeringan
betapa air kesejukan jiwa
telah kerontang
terbakar api cinta yang kau tawarkan
pohon ragaku kini mulai mengering
oleh tandusnya taman eden harapan cintaku
aku tak lagi mampu menemukan setitik air kesejukan
kala letihku
lelahku
membuatku semakin tertekan
air mataku telah mengering
tak lagi memberikan kesegaran
kin aku hanya mampu diam
menunggu saatnya ridha ilhi
ku pertahankan imanku
untuk menggapai harapan yang lebih baik
Senin, 27 Agustus 2012
peringatan malaekat
hari ini telah melalui hari kemarin
sebagian waktu terlupakan
hanya sebagian kecil yang teringat
semua tetap saja terjalani
seiring waktu dan ruang buat bernapas
mentari tetap akan bersinar
menyebarkan kehangatan
anginpun enggan bertiup
beristirahat sejanak
untuk mengumpulkan tenaga buat meniup awan
saat musim harus berubah
kini angin hanya bersiul
tanda dunia masih bertahan
namun di sisi lain
gejolak rasa terus saja bergulat
menerjang gelombang prahara kehidupan
kini bentrokan dimana-mana
kebakaran rumah dimana-mana
banjir dan bah melanda dunia
semua ini peringatan malaekat buat kita
masihkah belum tersadar............
Minggu, 26 Agustus 2012
cinta
CINTA
jika ingin esok menjadi lebih baik
maka tatalah hari ini
karena saat ini adalah pondasi buat hari esok
jika saat ini di biarkan berlalu tanpa berbuat
maka esok juga akan sia-sia
cinta adalah sumber gairah
jangan biarkan cinta menggerogoti pikiran
jadikan motivasi buat meraih keindahan
biarkan cinta memilih
jika kerinduan membuat kita tersenyum
kejar dan raihlah
karena dia adalah cinta sejati
cinta tidak pernah menyakiti
namun kadang kita tersakiti karena nafsu
kelolalah nafsu itu dengan baik
jika saatnya tiba berilah label halal
agar cinta dapat memberikan ketenangan
dapat memberikan warna kehidupan
hingga kita selalu tersenyum
menatap hari esok
maka tatalah hari ini
karena saat ini adalah pondasi buat hari esok
jika saat ini di biarkan berlalu tanpa berbuat
maka esok juga akan sia-sia
cinta adalah sumber gairah
jangan biarkan cinta menggerogoti pikiran
jadikan motivasi buat meraih keindahan
biarkan cinta memilih
jika kerinduan membuat kita tersenyum
kejar dan raihlah
karena dia adalah cinta sejati
cinta tidak pernah menyakiti
namun kadang kita tersakiti karena nafsu
kelolalah nafsu itu dengan baik
jika saatnya tiba berilah label halal
agar cinta dapat memberikan ketenangan
dapat memberikan warna kehidupan
hingga kita selalu tersenyum
menatap hari esok
Sabtu, 25 Agustus 2012
meletihkan
kini malam mulai menyergap kelam
suasana ceria
suasana haromonis
suasana penuh senyum
adalah harpan saat siang mendekati sore
namun kini aku termangu
tersentak
gelora prahara jiwa kembali terguncang
saat harapan keindahan kini menjadi tsunami prahara kalbu
yang ter bias lewat keangkuhan
oleh cinta yang kau tawarkan
air mataku kin telah mengering
terbakar emosi jiwa
aku tak jua mampu berkilah
dadaku sesak
tenggorokanku sakit
betapa mudahnya kau berkilah dari terpaan cintaku
aku tak lagi mampu berbuat
aku begitu hanyut
aku begitu mencintaimu
lukaku tak jua mampu ku jinakkan
kekuatan makna cintaku padamu
telah memnghancurkan pendirian ku
aku kalah
aku luluh
cinta yang kau tawarkan
talah merasuki sum-sum persendian pertahananku
aku letih dengan semua ini
ku mencoba melupakanmu
namun semakin mencoba
semakin kuat rasa cintaku padamu
ingin ku lepas
ingin ku merdeka
dari rong-rongan cintamu
betapa malam yang meletihkan
suasana ceria
suasana haromonis
suasana penuh senyum
adalah harpan saat siang mendekati sore
namun kini aku termangu
tersentak
gelora prahara jiwa kembali terguncang
saat harapan keindahan kini menjadi tsunami prahara kalbu
yang ter bias lewat keangkuhan
oleh cinta yang kau tawarkan
air mataku kin telah mengering
terbakar emosi jiwa
aku tak jua mampu berkilah
dadaku sesak
tenggorokanku sakit
betapa mudahnya kau berkilah dari terpaan cintaku
aku tak lagi mampu berbuat
aku begitu hanyut
aku begitu mencintaimu
lukaku tak jua mampu ku jinakkan
kekuatan makna cintaku padamu
telah memnghancurkan pendirian ku
aku kalah
aku luluh
cinta yang kau tawarkan
talah merasuki sum-sum persendian pertahananku
aku letih dengan semua ini
ku mencoba melupakanmu
namun semakin mencoba
semakin kuat rasa cintaku padamu
ingin ku lepas
ingin ku merdeka
dari rong-rongan cintamu
betapa malam yang meletihkan
Jumat, 17 Agustus 2012
diam
mataku akan ku tutup
agar tak melihat sandiwara kesengsaraan nafsu
akan ku buka mata hatiku hanya untuk mencari ridha ilahi
telingaku kini diam
tak mau mendengarkan ocehan dan keluhan
karena semua telah Allah swt sediakan buat kita nikmati
hidungkan tak jua mampu mencium aroma kemaksiatan
yang mempengaruhi tiap desah perjalanan kehidupan
materi hanya pelengkap kehidupan
tak jua harus di kejar
tak jua harus eksplor dengan intrik keji
gerakkan badan
mengikuti alam pikiran
pikiran yang tergerakkan atas ridha ilahi
jangan mencoba mengikuti arah pikiran yang menyesatkan
karena semua itu adalah nafsu
yang akan membuat kita sengsara
nikmatilah tiap getaran jiwa
dengan selalu ikhlas menerima kenyataan yang ada
allah swt tak akan membiarkan hambanya lara
oleh hasutan kehidupan
jika ia bersabar
yakinlah wahai msahabat
kesabaran itu adalah level tertinggi dari keimanan
Kamis, 16 Agustus 2012
minal aidin walfaizin
kini aku hanya kembali diam
menapaki hari hingga kelam berlalu
dalam kehendak yang tak jua mampu mengukir harapan
hanya mampu termangu
meratapi tiap desah lantunan kesedihan
ayat-ayat al-quran
rame suasana ibadah
syahdunya malam saat berbuka puasa
menanti dengan rasa lapar dan dahaga
semua akan berakhir
seiring waktu berlalu
dalam kesedihanku
akan ada kerinduan
yang akan menghimpit tiap desah nadi napas imanku
kehilangan makna duniawi terasa indah
saat aku harus kuat
aku harus berjuang melawan nafsu
dan kini
hari itu akan tiba
saatnya aku harus
MEMOHON MAAF
dan
berucap
MINAL AIDIN WALFAIZIN
mohon dimaafkan segala update ku yang kurang berkenan
semoga kita menjadi fitri
saat kita kembali menapaki hari yang penuh kemenangan
MERDEKA
rame suasana ibadah
syahdunya malam saat berbuka puasa
menanti dengan rasa lapar dan dahaga
semua akan berakhir
seiring waktu berlalu
dalam kesedihanku
akan ada kerinduan
yang akan menghimpit tiap desah nadi napas imanku
kehilangan makna duniawi terasa indah
saat aku harus kuat
aku harus berjuang melawan nafsu
dan kini
hari itu akan tiba
saatnya aku harus
MEMOHON MAAF
dan
berucap
MINAL AIDIN WALFAIZIN
mohon dimaafkan segala update ku yang kurang berkenan
semoga kita menjadi fitri
saat kita kembali menapaki hari yang penuh kemenangan
MERDEKA
Selasa, 14 Agustus 2012
harapan semu
HARAPAN SEMU
kini mentari kembali menghangatkan raga
dari kekeluan rasa
pagi baru saja mendekati siang
sore terasa lama
untuk menjumpai sang malam
bulir bulir nestapa
masih terasa mengganjal
puing puing berserakan
tak terarahkan
menghalangi langkah rinduku
kala tsunami harapan
tersapu lara rindu
yang kini menghantui tiap desah pandangan rinduku
kala malam tiba
mata tak jua terpejam
harapkan siang
namun kini semua tetap saja
semakin menyiksa
hanya termangu menatap harapan semu
menghalangi langkah rinduku
kala tsunami harapan
tersapu lara rindu
yang kini menghantui tiap desah pandangan rinduku
kala malam tiba
mata tak jua terpejam
harapkan siang
namun kini semua tetap saja
semakin menyiksa
hanya termangu menatap harapan semu
Langganan:
Postingan (Atom)