Senin, 27 Januari 2020

Keringat awan



Aku mulai bosan
Riani berganti teruk
Basahi lumeran hinggga tergenang

Hanya berdesah
Banjir...

Dingin dan kelu
Celemek kuyup berdebu jadi lumpur derita
Tak bermakna buat menyeka keringat awan

Tak mampu berkelit
Semua basah dalam genangan
Tenggelamkan bahagia
Tenggelamkan harapan

Walau keringat awan tak lagi bercucuran
Kini tinggal sisa sisa aroma yang menyengat
Dari lumpur perilaku

Hanya bertekat
Untuk hijrah
Mencari makna yang lebih nyaman
Selamat tinggal banjir



Selasa, 21 Januari 2020

MY WIFE

CAHAYA CINTAKU

Seraut wajah di balik lelap
Kutatap dengan penuh rasa cinta
Ruang bathinku bergejolak
Tertindih derita rasa

Angan dan jiwaku kini terbang tinggalkan bumi
Menerobos ruang rindu
Menyikap tabir kehidupan
Untuk memohon agar ku masih diberi kesempatan untuk selalu membuatmu tersenyum

Ku termangu dalam kesunyian hati
Mengingat akan setiamu
Mengingat akan cintamu
Ku tak ingin berpaling dari kasihmu

Karena aku tau kau adalah cahaya cintaku
Yang mampu menyinari remang khasanah jiwa

Kau adalah cahaya cintaku
Yang menyinari semangatku untuk terus berjuang buat ku persembahkan atas anugerah cintaku padamu

Dan kini ku ingin pulang
Buat menatap senyum kasihmu
Sembari berucap terima kasih sayang
Setiamu membuatku  berjuang untuk bertahan dari gejolak kehidupan

Kerinduan yang tak berakhir

Saat balita rindu akan dekapan
Saat anak anak rindu jadi remaja
Saat remaja  rindu sang kekasih
Saat ada kekasih rindu menjadi dewasa
Saat dewasa rindu masa remaja
Akhirnya tua
Dan tergantikan dengan yang muda

Kenapa harus terlena dengan kerinduan
Jika rasa rindu itu menyiksa

Kenapa siksa itu membuatmu mengeluh
Jika mengeluh itu menghalangi kebahagiaan

Derita dan keluhan itu tidak akan pernah ada jika kita senantiasa menghiasi taman hati, dengan ihlas menjalani kehidupan

Jika
Tak mampu ihlas
Maka terimalah kenyataan yang ada sebagai ketentuan tuhan atas hidupmu

Sejati marah, iri, dengki bermula dari mengeluh karena keadaan hati yang tertempeli debu nafsu

Sucikanlah debu.nafsu itu dengan detergent keimanan agar busa busa iman membersihkan debu debu dosa nafsu

Lalu siramilah dengan parfum takwa
Sehingga tercium aroma kebahagiaan

Senja di kaki langit

Bersembunyi di balik awan
Saat mata menatap panorama karunia ilahi
Silau saat menatap keindahan pesona senja

Gulana jiwa terbentur deru ombak
Iramakan dentum nyanyian pesisir

Sepoi tiupan seruling sangkakala menerpa tiap desah angan gulana oleh pergulatan persoalan duniawi

Sesaat semua terlupakan
Saat sunset akan meninggalkan hari ini
Terasa indah dan menawan

Namun ......
kenapa
Hatiku terasa perih
Hatiku terasa panas
Hatiku terasa nestapa
Saat cinta asmaraku meninggalkan aku menyebrang ke lain hati

Kenapa ku masih saja nestapa
Karena cinta
Ketika sunset meninggalkan hari ini hati terasa nikmat dan syahdu
Tapi
Ketika cinta asmara meninggalkanku hati terasa panas dingin

Oh cinta

Tumbang


Melepas penat dari kerumunan letih
Hati merintih lesu
Tertebang headshow pesonamu
Tak mampu bertahan
Tumbang dan runtuh terhempas rasa rindu

Ku tak mampu bertahan
Jiwa rinduku berkeping keping terpotong headshow cintamu

Tak lagi mampu utuh
Berdiri kokoh menerjang angkasa
Kini tinggallah sebetan sebetan sisa kehancuran
Terbilah menjadi papan dan kasao harapan

Dalam diam ku berharap
Bisa menjadi make up mirror tempat kau berkaca
Agar aku mampu setiap saat melihat pesona senyum indahmu

Minggu, 19 Januari 2020

Muraqabah

PENSUCIAN

Tak jua ku sadari
Setiap waktu ku perhatikan
Kapan debu debu dosa itu menempel

Aku anggap semua bersih
Aku anggap semua cemerlang
Saat ku buka pintu hatiku
Baru ku sadari semua sisi hatiku telah terkotori dosa kehidupan

Ya allah.....
Berilah aku pembersih iman
Agar hatiku senantiasa nirmala saat kau bersemayam menduduki nyawaku

Aku adalah aku yang tak memiliki apa apa
Tak juga ku miliki ilmu agama
Yang ku tau sebatas yang aku ingat

Akankah muraqobah itu jalan menuju kesucian...?
Yang ku tau letak muraqabah itu adalah di otak
Dengan istilah Ula, wahdah dan ma'iyah

Ku tak mampu mendifinisikan karena keterbatasan ilmu
Hanya mereka reka dalam pikiran

Karena dari beberapa literatur aku dapatkan fungsi otak kiri menjalankan badan sebelah kanan
Dan otak kanan menjalankan badan sebelah kiri

otak kiri lebih banyak digunakan untuk proses berpikir secara logika identik dengan muraqabah wahdah yang mengumpulkan ide dan pemikiran kepada allah,

sementara otak kanan lebih berperan untuk proses intuitif dan visual identik dengan muraqabah ma'iyah yaitu mengumpulkan pikiran dan ingatan kita dengan ingatan yang mendalam, bahwa Allah SWT selamanya menyertai kita di mana saja kita berada

Dan muraqabah ula
Aku tak mampu mendifinisikan karena dia yang pertama dan yang terakhir
Bagaimana menjalankan pensucian maka itulah hasilnya, af'alnya rasa

Ya allah......
Jika definisi ini membuatku mampu menghilangkan debu debu dosa imanku maka ridailah jalanku buat mensucikan diriku

Jika otak kiri adalah ide dan intelektual maka tidak mustahil ada syetan yang menyerupai nafsu mengotori pikiranku

Ya allah izinkan aku
Memanfaatkan otak kiriku untuk mencuci latifah hati sebelah kanan karena aku faham bahwa setiap apa yang aku pikirkan selalu syetan menggodaku lewat perantaraan nafsu hingga aku menjadi hasat

Ya allah ......
jika otak kananku adalah visual dan khayalan maka tidak menutup kemungkinan syetan menpengaruhi pengelihatanku hingga aku menjadi iri, dengki dan khianat
Maka biarkanlah aku mencuci mata qalbi ku agar terhindar dari iri, dengki dan khianat

Ya allah.....
Aku tak berani membuka rahasia Ubun ubunku karena dia adalah pintu keluar masuknya rasa

Ya allah ....
Ampuni analisa kasad ku
Karena aku tak mampu mencerna tiap bait apa yang tersurat

Imamah

IMAMAH

Di batas awan
 ruang angan terhalang jiwa yang lara
Ku hanya diam merenungi jiwa yang hampa
Seolah terkena dampak sindrom introvet

Debu debu dosa kian berhamburan di terbangkan jiwa jiwa yang terjerat rayuan syetan
Tak jua nampak di valka nyata
Terkumpul pada diri yang terbuai nikmatnya debu dosa

Lambat laun menjadi Tumpukan dush
Saat  terkena guyuran kenyataan menjadikannya bah  lumpur dosa yang menyeret diri ke hulu kehancuran

Betapa bahagianya sang perindu
Ketika mampu menutupi hasrat jiwanya dengan hijab dan jubah keimanan dan terbebas  dari nista lumpur dosa

Duhai sahabat
Ikatkanlah imamah perilaku hidupmu dengan keimanan agar senantiasa bahagia bersama ridhaNya

Sabtu, 18 Januari 2020

Dunia maya

SIKSA RINDU DUNIA MAYA

raga tergetar menahan rasa
angan terbuai ketika suasana hati terhembus buai senyummu

saat  bayanganmu menghantui alam pikiran aku tak mampu mengelak

Aku menyesali membayangkan mu
ilusi senyummu
Memguat alam khayalku bangkit mengusik pesona damai dalam jiwaku

Semakin ku menolak
Semakin kuat harapan akan bahagia
bahagia akan cinta
bahagia akan kasih sayang

Kenapa aku harus melihat foto profilmu
Hingga ruang hatiku semakin gulana

Aku tau apa yang ku lihat adalah efek jahat camera
Aku tau apa yang ku lihat adalah editing
Aku tau apa yang ku lihat adalah foto artis
Hasil jepretan fhotograper

Namun tetap saja
Aku tak mampu mengusir bayangmu

Angan ku terbuai pesona senyummu
mengukir anganku dengan irama rindu
hingga ku tersenyum dan menyadari betapa rindu maya yang sia sia

Karena followers mu begitu banyak
Dan bisa saja sebagian terbanyak mengalami nasib sama denganku

Rindu pada pandangan posting ceriammu
Rindu yang sia sia

Jaringan rindu

JARINGAN RINDU (WI-FI CINTA)

Malam di iringi tangisan awan
Datang menerobos hantaran jiwa yang kelu dan letih oleh aktifitas rutin yang menyesakkan

Diantara deru kendaraan
Diantara rinai dan genangan air
Diantara asap kenadaraan yang menerobos tangisan awan
Tak jua mampu membuat suasana hati tergugah

Aroma keringat yang bercanpur tetesan hujan kini telah mengering
Bercampur aroma sampah yang tergerus bah
Membuat suasana senja semakin mencekam

Ku tak lagi mampu terusik untuk tersenyum
Kala ingat pesona senyum indahmu
Seolah membius area wifi rinduku

Signal cinta yang kau pancarkan membuatku tak mampu berbuat apa apa

Oh malam..
 Kini area signal kerinduan terasa memasuki area blank spot tak ada signal yang mampu menerobos rasa rinduku
Tak jua ada cara buat ku cantolkan wifi rinduku pada  hotspot cintamu

Ruang wifi rinduku telah on buat menerima hotspot signal cintamu

Betapa saat yang menyesakkan
Kabarkanlah sandi wifi signal hotspotmu agar rinduku bisa conek dengan cintamu

Harapan cintaku

HARAPAN CINTAKU

Aku adalah aku yang mencintaimu
Aku adalah aku yang menyayangimu
Aku adalah aku yang menanti untaian kasih cintamu
Aku adalah aku yang selalu membius pertahanan imanku
Karena aku tau aku tak akan mampu bertahan karena cintamu

Aku adalah aku yang selalu menyukai senyumanmu
Yang menyukai gemulai gerakmu
Yang mempesona saat kau mengatakan cintamu

Namun kini
Aku adalah aku yang terdiam dalam lara cinta
Aku adalah aku yang terjerebab dalam penawaran rindumu
Aku tetaplah aku yang kini terperosok dalam kehancuran jiwa anugerah cintamu
Aku tetaplah aku yang terpuruk oleh untaian janji indahmu yang membuatku terbang tinggalkan bumi merana dalam awan cintamu

Dan kini kau kau pergi tinggalkan aku dalam kesendirian menggapai amartha kasih
Sendiri tertatih mencari makna lain buat mengganti makna dirimu

Oh .... Cinta
Aku tetaplah aku yang masih mencintaimu
Aku tetaplah aku yang tak mampu marah
Aku adalah aku yang kau tinggalkan sendiri menggapai harapan
Dan kini......
Aku ingin kau membawaku kembali untuk meraih harapan bahagia

Sembilu rindu

SEMBILU RINDU

Kidung senja sayup menerobos jiwa pengap
Mengalir diantara puing puing rindu

Sayatan cinta yang teriris oleh pesona kasih telah membuat hati terasa perih

Blooding asmara mengental hingga aliran darah rindu menyesakkan rasa

Perih ....
Mulai sakit tertekan beban pesonamu
Janji manismu kini membuat darah asmaraku menekan jantung rinduku

Ku tak mampu bertahan
Ku tergelepar menahan derita koroner cintamu

Betapa ku membutuhkan insulin kasihmu buat menetralkan tekanan aliran rinduku

Luka oleh sayatan sembilu pesonamu
Membuat luka atas harapan bahagia

Gelisah malam

GELISAH MALAM

Angin malam tak lagi mampu memberikan
kabar bahagia buatku
dan saatnya...................
aku bosan menceritakan laraku
aku penat menanti terpaan sayangmu

wahai bantal ku limpahkan laraku
bersama kepenatan raga menanti secercah sinar bahagia
bersamamu wahai.....guling
datangkan mimpi indah

hanya kau yang setia menemani hari-hariku
memuja dan menanti ilham rinduku
buat penantian panjang penuh lara
aku diam terhentak

kini ragapun letih
dan tak kuat lagi menahan gelora cintamu
akanku bimbing khayalan rinduku
bersama mimpi bahagia bersamamu

Kemurnian hasrat

KEMURNIAN HASRAT CINTA

Bahkan pagipun tak mampu ku halangi ketika palka rindu dipenuhi deburan gejolak asmara
Ku takut tenggelam dalam keterasingan
Dan melupakan siapa diriku

Aku adalah sang pencinta
Aku adalah sang perindu
Aku adalah sang pemuja
Aku tak akan mampu berlayar tanpa sauh cintamu

Karena cinta yang kau tawarkan adalah kemurnian hasrat jiwa
Aku tak akan mampu mengarungi bahtera kehidupan ini tanpa mu

BANTAL Kesetiaan abadi

Biarlah ku tak ingin beranjak lagi
Ku nikmati kesetiaanmu
Ku nikmati hangatnya pelukanmu

Duhai bantal....

Aku kagum dengan kesetiaanmu
Kau adalah teman dalam kesendirian

Kau setia dalam duka
Ku tumpahkan lara tangisan rinduku
Dan kau menghiburku dengan dekapanmu hingga aku terlelap melewati kesedihanku

Duhai bantal....
Kau tak malu menyaksikan saat ku melepas hasrat cintaku
Kaupun membimbing diriku mencapai dunia ketiga

Duhai bantal...
Terima kasih telah menemani hidupku hingga saat terakhirpun kau masih setia menemaniku

Sabtu, 11 Januari 2020

Malam minggu

Kenapa kau terlena dengan malam minggu
Malam di mana para syetan di sebar untuk menggoda iman

Buat yang galau akan mencari pub dan
 karaoke walau sekedar untuk melepas rasa galau, ketika ada syetan maka tersedia kamaroke buat maksiat

Kenapa kau bermuram durja dengan malam penuh hasutan dan irama durja dengan menghentakkan dagu buat geleng geleng di discotic

tak kuat menahan beban dengan sekedar meneguk segelas
The Winston Cocktail. ...
Armand de Brignac Midas. ...
Diva Vodka. ...
Bombay Sapphire Revelation. ...
The Macallan 64 Year Old in Lalique: Cire Perdue. ...
Penfolds Ampoule. ...
The Dalmore 62.

Semua itu hanya buat menghalau sepi
Tak juga cukup dengan semua itu
Untuk sekedar ingin menjadi the HERO tak luput pula menyuntikkan Heroin
Hingga terjebak dengan sulingan BOM tanda kau mulai menggunakan SHABU

Tinggallah penyesalan
Ketika semua habis tergadaikan

Tinggallah penyesalan
Ketika semua ludes terjual

Tinggallan penyesalan
Ketika harus tertidur ditempat sempit dan
 apek meringkuk di dalam bui

Wahai sahabat
Tersenyumlah.....
Karena ujian kebahagiaan datang ketika rasa rindu oleg gelora asmara dapat kau hindarkan dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta rasa

Semoga kita semua menjadi lebih baik