Senin, 09 Maret 2015

prahara kerinduan

kini malam kembali hadir
menyelimuti gubahan nirwana
remulan menyinari gulitanya kelam
namun kini hanya diam
tertututupi kesedihan awan
sepoi banyu menghempas 
menerkam 
berdesah kencang tanda kecewa
oleh aktifitas manusia yang semakin liar
tak jua malam ini
hembusan angin
tangisan awan
bergemuruh menggelegar dengan kemarahan halilitar
mata memerah menatap marah dengan kilatan silau 

malam mencekam
semakin tertekan kala gemuruh angan terombang ambing gelombang
tsunami kerinduan
tak lagi mampu membendungnya
gejolak asmara kembali menerjang sisi pertahanan cintaku

kerinduan membawa petaka malam
ingin terlelap 
melupakan hasrat cintaku padamu

tak jua malam mampu terbebas dari gulananya ratapam kerinduan
ku ingin bebas
tersenyum dalam dekapan
hingga terlelap dengan senyum bahagia
bergumal dalam pelukan

namun malam
tetaplah kelam
tinggallah harapan 
harapan yang menyiksa
dan
terjaga oleh gemuruh kerinduan

bahagia ada buatmu



Ketika hati mulai dihiasi relung kerinduan
Maka nikmatilah sebagai anugerah keindahan
Karena kebahagiaan itu datang 
dari cara berfikir dan cara menerima kehidupan ini

Jika kau mengeluh
 maka tak ada jalan bahagia buat memasuki relung kalbu

Jika kau bersedih 
maka pintu hatimu terbuka buat syetan memasuki ruang kalbumu 
untuk di jadikan markas buat menggodamu agar berbuat dosa

Nikmatilah hidup ini dengan senyuman
Dan mulailah menyederhanakan cara beefikir
Karena apa yang ada buat di nikmati

Jadilah orang pertama yang tersenyum 
Karena menerima nikmat bahagia 
dari nilai nilai dan norma kehidupan 


Minggu, 08 Maret 2015

tertolak cinta

senja di musim yang lalu
saat tangisan awan menerpa mayapada
ingat akan senyum indah pesona kelam
tatapanku terpesona
kala pandangan mata beradu dengan tanpa sengaja
hatiku gundah
jantung terasa berdebar
menatap senyum indah dan pesona tatapanmu
tak mampu bergerak
diam seolah terhipnotis oleh goresan senja

kini di saat yang sama
teringat akan dirimu
teringat akan pertemuan yang membawa hati 
terombang ambing dalam derita malam
pesonamu membakar jiwaku
saat teringat akan dirimu
senyum indahmu
tatapanmu
telah membawa suasana hati terkontaminasi derita kerinduan
 
di musim yang sama
kau telah menawarkan hasrat cinta 
hingga aku terpesona dan lupa akan diriku
hanya hiasan dirimu yang memenuhi sel kehidupanku
tak lagi mampu berkilah
tak lagi mampu diam
tak lagi mampu damai
betapa tatapan indahmu
pesona senyum indahmu
telah mengisi sel ruang kehiduapanku

ku tak lagi mampu mengelaknya
saat ruang palka hatiku terpenuhi hiasan dirimu
kini ku sadar
ketika musim yang sama
ku mengungkapkan rasa cintaku
ku mengatakannya
AKU CINTA KAMU
AKU SAYANG KAMU
AKU RINDU KAMU
AKU MENGHARAPKANMU
AKU MENANTIKANMU

dan kini hatiku tersenyum hambar
ingat akan masa itu
masa terindah dalam perjalanan kehidupanku
karena semua itu adalah derita
karena kau lebih memilih yang lain dari cintaku



Rabu, 28 Januari 2015

dosa cinta



biarkan ku tertidur sesaat saja
ku ingin melupakan segala yang menghimpit rasa

hatiku galau
kalbuku poranda
kala rinduku terbalaskan oleh hamparan senyum lain saat kau bersamanya

mataku berlinang
tak mampu ku bendung

cinta yang kau tawarkan hanyalah buaian asmara agar aku terlena oleh hembusan nada cintamu

saat hatiku luluh
semua ku persembahkan buatmu
bahagia terasa
saat bersamamu

namun kini semuanya hancur
terberai oleh desakan dosa cinta

aku malu dengan cintaku
karena semuanya telah hancur
tak mampu ku jaga kemurnian hasrat cintaku

kau kini terbang menebarkan pesonamu
menghinggapi aroma cinta lain

ku kini layu
sebelum berkembang
terhipnotis oleh pesona senyum manismu

ku ingin tidur untuk melupakan derita lara cinta

partisipatif 1




KARYA TULIS



PARTISIPATIF MASYARAKAT  
DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
MELALUI MUSRENBANG














DISUSUN OLEH :

     Nama    : H. ABDILLAH EKA SARI ANTO
NIP      : 196912312001121022        .
Satuan Kerja      : Staf  Kantor Camat Batukliang Utara 
No.Ujian   :  008/PI-S1/2015                      .


 


 KATA PENGATAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt, atas anugrahaNya,karya tulis ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Saya harapkan karya tulis ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca karya tulis ini tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan Pembangunan Daerah.
Karya tulis dengan judul

“Partisipatif Masyarakat dalam Perencanaan  Pembangunan Daerah Melalui Musrenbang”

disusun oleh  : H. Abdillah Eka Sarianto, yang saat ini menjadi staf di kantor camat Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah
Dibuat untuk dapat memenuhi salah satu persyaratan dalam mengikuti Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah bagi Aparatur Sipil Negara/ Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang di selenggarakan Badan kepegawaian Daerah Kabupaten Lombok Tengah, tahun 2015
Penulis menyadari banyaknya kekurangan dalam penyusunan karya tulis ini, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saranyang kontruktif demi penyempurnaan karya tulis ini.
Akhirnya Penulis berharap agar karya tulis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sebagai bahan referensi dalam melaksanakan tugas-tugas dan tak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.


Mantang, 10 Maret 2015
Penulis



(H.Abdillah Eka Sarianto)

Senin, 12 Januari 2015

pesonamu



menjelang angan yang rubuh oleh tatapan senja
sesaat jiwaku terhentak oleh tatapan senyum pesonamu

 tak mampu menghalau
 tiap slide bayangan yang menghiasi relung keindahan

di saat ini di musim tahun yang lalu
kau menawarkan pesona cintamu
kau belit aku dengan harapan indah

hingga ku terpesona 
ku tak mampu menerjang kegundahan tatapan cintamu

ku terbuai 
hingga ku melupakan akan diriku
hanyut terbawa arus cintamu

hingga kupun tak mampu mempertahankan imanku
saat sadar kau dan aku terlelap dalam buai asmara

entah siapa yang salah
keindahan itu telah kuserahkan buat di nikmati

dan kini di musim yang sama
ku kembali ingat kenangan itu bersamamu

kenangan yang membuatku selalu merindukanmu
mengharapkanmu
hingga ku tak lagi perduli 
akan indahnya pesona lain

dan kini
di balik siang mendekati senja
saat derai air mata awan
tak lagi menangis
kenangan itu kembali mengusik relung rinduku

ku rindukan dirimu kembali
akan ku curahkan segala rinduku padamu buat kita sama sama terbang mengarungi awan asmara

Senin, 05 Januari 2015

di musim yang lalu



di malam dingin di musim yang lalu
teringat akan dirimu
kembali hadir menerobos relung kerinduan

ku tak ingin ingat
oleh tawaran cintamu 
yang telah memporak porandakan pertahanan imanku

semua telah ku serahkan
jiwaku
ragaku
hingga ku tak lagi menjadi diriku 
demi cintaku padamu

namun di musim dingin di tahun yang lalu
kau telah membuatku hancur
oleh khianatmu

dan kini sendiri menatap tarian bintang
tanpa kau yang selalu mebuatku tersenyum

hatiku perih
rinduku merintih
tak lagi yakin akan diriku
karena semua milikku telah kuserahkan

dan kini
ku hanya seonggak napas yang terpuruk bersama derita cintamu


Rabu, 08 Oktober 2014

bismillah


Masa lalu adalah mimpi yang tak akan pernah dapat diperbaiki
Latihlah senyuman untuk senantiasa tersenyum dengan derita
Karena masa lalu tak akan pernah menjadikan diri kita menjadi lebih baik

Masa lalu adalah episode sejarah yang hanya di kenang sebagai kenangan yang membuat senyuman menggetarkan kalbu buat bersyukur

Jika saat ini tidak ingin menjadi masa lalu yang menyiksa
Lalu kenapa kau tak memperbaikinya
Kenapa kau tak memulainya

Awali dengan niat
menyebut dan mengingat bahwa Allah swt itu maha pengasih dan maha penyayang maka kau tak akan merasakan hari ini sebagai mimpi buruk buat hari esok





Rabu, 06 Agustus 2014

senyap oleh cintamu



Malam makin hanyut
Larut dalam alunan nada slide senyuman
Senyum yang mendatangkan rasa rindu
Oh....angin kabarkan kepadanya rinduku padanya
Oh kelam buaian kelammu membuat suasana angan terjungkal dalam palung kerinduan

Kini.....
Ku kembali terusik
Aku benci dengan diriku yang hanya mencintaimu
Tidak juga mampu lepas dari gayutan cintamu
Kau telah membuai amganku
Ku tak mampu mempertahankan pertahananku
Aku terbuai indahnya asmara

Dan kini hanya penyesalan
Kini hanya derita
Karena cintaku telah ku serahkan buatmu

Hidupku kini hampa
Jiwaku tak lagi bermakna
Hanya diam menyesali cintaku padamu

Kau kini sirna
Kini kau berpaling dari cinta yang telah membelenggu hidupku
Aku letih
Aku kalah
Tak lagi mampu memiliki semerbak senyum mengembang
Kau telah menghancurkan taman hatiku
Kau telah memporak porandakan pertahan cintaku

Aku tak menyesalinya karena aku mencintaimu
Namun di sisi lain aku takut kehilangan dirimu
Dirimu yang tak lagi perduli

Oh rembulan
Kabarkan kepadanya rinduku
Cintaku
Sayangku hanya untuknya
Hanya harapan malam yang mampu melelapkan hariku

cintaku padami



seberkas sinar harapan
yang datang lewat kisi kehidupan
telah membelenggu alam khayalku

tentangmu adalah harapan bahagiaku
tatapanmu adalah gairah gejolaj rasaku
senyummu adalah magnet rinduku
raut pesonamu adalah gejolak yang memporak porandakan pertahanan imanku
jiwa dan ragamu adalah harapan cintaku buat bahagia

namun itu adalah harapan
kala tawaran cinta yang kau anugerahkan kepadaku
telah membelenggu jiwaku
angan terkapar
jiwa terhanyut
dawai alunan asmara

malam kian larut
bayangan pesonamu
membekas hingga terhalang kerinduan

oh kelam
kala tarian bintang gemerlap malam
yang di iringi dawai hembusan angin
telah mengantarkan aku dalam siksa rinduku padamu

tak mampu berbuat apa apa
desah napas penuh harapan
membuat bayangan slide cintamu bergelora membakar cintaku padamu

ingin ku damai
tertidur sesaat saja
buat melupakanmu
ingin ku tertidur
ingin ku terlelap
berjumpa denganmu walau di alam mimpi

aku akan tersenyum menyambutmu
karena aku tau

aku mencintaimu
aku mengharapkanmu
aku menyayangimu
aku merindukanmu
aku menyukaimu
dan
aku ingin kau selalu ada di setiap gerak hidupku

karena cintamu adalah pengabdian rinduku

Selasa, 05 Agustus 2014

aku



Aku adalah aku yang mencintaimu
Aku adalah aku yang menyayangimu
Aku adalah aku yang menanti untaian kasih cintamu
Aku adalah aku yang selalu membius pertahanan imanku
Karena aku tau aku tak akan mampu bertahan karena cintamu

Aku adalah aku yang selalu menyukai senyumanmu
Yang menyukai gemulai gerakmu
Yang mempesona saat kau mengatakan cintamu

Namun kini
Aku adalah aku yang terdiam dalam lara cinta
Aku adalah aku yang terjerebab dalam penawaran rindumu
Aku tetaplah aku yang kini terperosok dalam kehancuran jiwa anugerah cintamu
Aku tetaplah aku yang terpuruk oleh untaian janji indahmu yang membuatku terbang tinggalkan bumi merana dalam awan cintamu

Dan kini kau kau pergi tinggalkan aku dalam kesendirian menggapai amartha kasih
Sendiri tertatih mencari makna lain buat mengganti makna dirimu

Oh .... Cinta
Aku tetaplah aku yang masih mencintaimu
Aku tetaplah aku yang tak mampu marah 
Aku adalah aku yang kau tinggalkan sendiri menggapai harapan
Dan kini......
Aku ingin kau membawaku kembali untui meraih harapan bahagi

Rabu, 23 Juli 2014

tanpa kami tak akan ada demokrasi

TANPA KAMI TAK AKAN ADA DEMOKRASI

Tersenyumlah ibu ibu yang bapak bapaknya menang dalam pertarungan politik
Tapi masihkah kalian tersenyum
Jika pilpres yang tal legitimate

Boleh berargumen apa saja
Boleh gembira dengan suka
Tapi masih ada satu langkah perjuangan
Legal formal

Simpanlah senyumanmu
Jangan kau umbar senyummu lebih karena kau akan sombong
Kau akan menghujat dan menghina kekalahan oleh system yang terbangun

Kami adalah rakyat
Tanpa kami demokrasi tak akan ada
Simpanlah senyumanmu
Senyuman yang akan menjadi umpatan dan kemarahan

Jangan kau sombong
Karena kekuatan ridha ilahi adalah yang paling mulia
Kau akan tersenyum
Karena system yang terbangun telah menyukseskan ambisimu

Tapi ingat
Kami adalah rakyat
Tanpa kami tak akan ada demokrasi
Simpan senyumanmu agar tangisan kami tak menjadi dendam membara

Rabu, 09 Juli 2014

negeri ku

malam kian larut
Dingin yang menusuk persendian
Tak jua hangat
Semakin sesak kala semua tersaji 
Tak jua ada yang kalah
Tak jua ada yang mengalah
Semua ingin menang

Hanya mereka yang tau
Hanya mereka yang faham
Aku dan kau adalah media mereka

Mereka dengan uangnya
Mereka dengan kekuasaannya
Mereka dengan ambisinya

Tapi...
Taukah kau wahai pemimpi
Kami risau
Kami resah
Kami bimbang
Kami tak tau siapa yang harus ku percaya
Karena potensi ricuh 
Potensi ribut
Potensi kehancuran 
Berpeluang ada

Aku takut
Aku menyesal
Aku sedih
Betapa semua ini bisa saja membuat negeri ini kacau
Negeri ini hancur
Hancur oleh kepentingan segelintir
Mereka hanya bicara
Tapi kami yang takut
Kami yang akan jadi korban

Wahai ....pemimpi
Berilah kami pencerahan
Berilah kami jaminan
Jaminan akan rasa aman
Karena kami butuh buat makan
Kami butuh bekerja dengan aman
Agar kami mampu memberikan cukai dan pajak buat kalian gerogoti

Kami bosan
Kami jenuh
Mana janji kalian
Akankah negeri ini kembali menjadi cerita buat anak cucu kami

Dan kini .... Dalam resah
Kami menanti kehancuran

Selasa, 08 Juli 2014

indonesia jaya

INDONESIA RAYA

Hembusan angin malam
Berhembus menembus sisi relung beku 
Tatapan rindu menembarkan aroma kesedihan
Tertekan kala kalbu terusik senyum indah

Oh malam
Tarian bintang menebarkan harapan hampa
Indah dan mempesona 
Terlalu jauh buat ku raih
Hanya menikmatinya dalam kerinduan

Ingin ku terbang tinggi tinggalkan bumi
Menerobos awan kelam
Menari bersama kedip bintang 

Oh kelam
Dalam himpitan rasa
Kini ku semakin merindukanmu
Semakin tertekan
Semakin bimbang
Karena esok aku juga harus memilih

Memilih buat kerinduanku
Rindu akan kebahagiaan dan kebangganku akan cintaku pada negeri ini

Negeri yang masih juga tertidur
Negeri yang masih saja terlelap oleh buaian mimpi
Oh negeri yang subur 
Subur oleh kepentingan yang akan menghancurkan negeri ini
Ku rindu akan rasa aman
Ku rindubakan rasa damai

Bangunlan wahai saudaraku
Mari dukung mereka dengan damai
Mari tunjukkan kepada dunia
Bahwa kita damai
Bahwa kita bisa
Bisa berdemokrasi

Pilihanmu adalah harapanku
Mari kita bersama esok menjadikan negeri ini sebagai awal kebangkitan menuju INDONESIA JAYA

Senin, 07 Juli 2014

gemuruh rindu


Di saat ini ingin ku terbebas dari himpitan rasa
Kala malam dingin menyeruak dalam relung kerinduan
Mengiggil dalam kesepian
Malam makin larut
Kala semua keindahan tentang bersamamu terkuak
Membinasakan keheningan

Ribut oleh hasutan jiwa 
Ingin kuredam gejolak rasa ini
Ingin ku raih kedamaian
Betapa letihnya
Betapa lelahnya 
Berjuang menggapai kesunyian

Oh malam
Senyum indahmu menggetarkan aroma kalbu
Rindu akan senyuman
Rindu akan rengkuhan
Rindu akan malam bersamamu

Dan kini
Prahara gemuruh rindu
Telah menghancurkan pertahanan imanku
Ingin segera menjumpai sang pagi
Agar tak lagi ada gemuruh rindu