Akan ku ingat selalu hujan di akhir tahun ini
Tak lagi ku membuat alasan
Buat menutupi kesendirianku
Semua tersenyum dalam dingin malam
Akupun terbang tinggalkan bumi menuju alam mimpi bersama bahagia dengan seuntai senyum merekah
Bunga bunga api di malam itu telah menebarkan aneka keindahan
seolah mengajak kita
untuk melupakan apa yang pernah kita lakukan
Dan
Menatap harapan yang lebih indah
di tahun ini
Aku tak ingin lagi bermimpi bahagia bersamamu
Akan kubur semua mimpi itu
Agar aku tak lagi tersiksa
oleh raungan serigala rindu
Akan ku wujudkan demi harapan yang lebih baik dengan mengucapkan
Bismillah hi rahman nirrahim
Rabu, 01 Januari 2020
Sabtu, 28 Desember 2019
Mengeluh
Sehari berapa kali aku tak mengeluh
Entahlah....
Bangun tidur mengeluh dengan rasa kantuk
Siang mengeluh dengan kegerahan
Sore mengeluh dengan jalanan yang macetr
Malam mengeluh dengan situasi angan buat persiapan esok
Lalu kapan aku menikmati nikmat ridhaNya
Hanya bersyukur dengan kenyataan yang ada aku begitu sulit
Begitu terbius suasana angan yang melambung tinggi meninggalkan bumi dan bermimpi dengan angan angan dan berandai andai
Aku adalah aku yang terjerebab dalam sutradara syaetan yang tak juga membuat aku mampu berayukur
Ya allah......
Ampuni dosa imanku
Hiasilah ruang atma kalbuku dengan ridhamu
Halaulah hasutan syetan yang menghalangiku untuk mengingat akanmu
Ya allah......
Tempatkanlah jiwa kalbuku pada taman keindahan qolbu agar aku selalu menyebut dan bersyukur atas ridhamu
Ya allah ....
Terimalah taubatku
Serta bimbinglah qalbi ku untuk bertasbih kepadamu
Agar tercipta keindahan hati hingga ku selalu bersyukur atas ridhamu
Amin......
x
Minggu, 22 Desember 2019
Ibu
Aku adalah aku tetaplah seorang anak
Aku adalah aku yang kini mulai mengerti tentang hidup tetaplah aku seorang anak
Aku adalah aku yang terkadang mulai gelisah karena gersangnya jiwa
Terkapar dalam untaian makna cinta
Terbuai impian insani
Namun aku tetaplah aku seorang anak
Cahaya mentari hangatkan jiwa itulah makna yang aku rasakan dari sinar kasihmu.... Ibu
Saat gersang dan tandus kau hadir menghembuskan angin sayangmu hingga aku tetaplah aku seorang anak yang dapat bertahan dari tekanan duniawi
Maafkan aku anakmu
Kadang aku asik mengejar duniawi hingga melupakanmu
Maafkan aku anakmu
Kadang aku asik mengejar arti bahagia namun aku terkadang melupakanmu
Ya allah....
Berilah ruang pada ibuku
Siapkanlah tempat eden buatnya agar selalu tersenyum menyebarkan kehangatan
Ya allah ...
Ampuni khilaf duniawiku
Ampuni lalaiku
Ampuni lupaku
Selasa, 17 Desember 2019
Signal cinta
senja di iringi tangisan awan
Datang menerobos hantaran jiwa yang kelu dan letih oleh aktifitas rutin yang menyesakkan
Diantara deru kendaraan
Diantara rinai dan genangan air
Diantara asap kenadaraan yang menerobos tangisan awan
Tak jua mampu membuat suasana hati tergugah
Aroma keringat yang telah mengering
Bercampur aroma sampah yang tergerus bah
Membuat suasana senja semakin mencekam
Ku tak lagi mampu terusik untuk tersenyum
Kala ingat pesona senyum indahmu
Seolah membius area wifi rinduku
Signal cinta yang kau pancarkan membuatku tak mampu berbuat apa apa
Oh senja.....
senja ini ku hanya blank spot
Tak jua ada cara buat menerobos area hotspot cintamu
Ruang wifi rinduku telah on buat menerima hotspot signal cintamu
Betapa senja yang menyesakkan
Kabarkanlah sandi wifi signal hotspotmu agar rinduku bisa konek dengan cintamu
Kamis, 12 Desember 2019
Peringatan malaekat
PERINGATAN MALAEKAT
Negeriku....
Apa yang salah dengan negeri ini
Bencana silih berganti membuat kesedihan lara hati
Gempa memporak porandakan rentetan rumah
Tangisan awan dan desahan panjang bayu menghancurkan kedamaian
Ya allah.....
Ampuni negeriku
Berilah kedamaian
Jika karena mereka kami di peringati
Hukumlah mereka
Tapi.... Jangan kepada kami yang masih mengingat akan dirimu
Ya allah.....
Kini tangisan awan berderai menghancurkan longsoran tanah yang membinasakan insan takwa
Ya allah .....
Kini deaahan bayu menghempas ranting, dahan dan pohon hingga menerbangkan atap rumah membuat galau hati insan yang takwa
Ya allah......
Kami lelah meberima ujianmu
Jika ini akhir dari kehidupan
Maka tempatkanlah kami di sisi yang engkau ridhai
Sabtu, 28 September 2019
Negeriku
dimanakah aku
hutan di bakar menyesakkan rakyat
mayat terkapar dimana mana
bencana gempa bumi mencekam warga
manusia di bakar hidup hidup
manusia di lintas alutista negara
manusia di tembaki
tidak adakah keberpihakkan para pemimpin negeri ini untuk mendamaikan Ibu pertiwi
napas napas dengan jiwa yang sekarat
tak lagi mampu membeli kebutuhan
terhimpit ruang buat kerja
media tak lagi ada
media tak lagi perduli
media tak lagi berpihak
mereka bungkam
sepakat menggerogoti Ibu pertiwi
anak anak yang tadinya tersenyum
kini mereka geram
menyaksikan kebiadaban para aparat yang di gaji dari pajak rakyat
inilah negeriku
negeri anjing
dipelihara setelah besar menggigit pemberi makan
menangis dalam diam
menyaksikan Ibu pertiwi yang tersakiti
Rabu, 18 September 2019
Belantara maya
HEMBUSAN HARAPAN
siang di antara belantara rimba dunia maya
insan insan kerinduan mulai bermunculan
mencari arti yang tak pasti
mereka diam
tapi jiwanya melayang entah kemana
pedang pedang jempol mulai bergentayangan membelah kesunyian duniawi
ada yang iseng karena hampa
ada yang sedih karena hianat
ada yang hanya mencari uang
semua bergentayangan mencari arti
darah darah mendesir
menatap tiap postingan
berharap ada bahagia di sana
Senin, 16 September 2019
Rindu
jangan kau menangis di malam ini
aku adalah aku dengan diriku
terbaring menantikan undangan malaekat
aku adalah aku yang mencintaimu
jangan kau menangis sayang
ihlaskan aku menerima undangan malaekat buat keabadian cintaku
jangan menangis
jika cintamu dan cintaku adalah ridhaNya
jangan takut janji Allah itu mutlak
tersenyumlah untuk saat itu
Sabtu, 14 September 2019
ELIGI SIANG
pagi kini telah tergantikan sang terik
ruang angan masih saja terasa beku
tak juga hangat
oleh teriknya mentari
tak juga bergeming oleh lalu lalang kendaraan
angan semakin kelu
saat bau asap kendaraan bercampur dengan bau asap rokok, yang sesekali bercampur dengan bau anyir dari truk sampah
jadi satu dengan aroma parfum Mobil dan aneka parfum dari deo cologane gadis gadis yang terlewati
jiwaku makin saja getir
kala perjuangan hari ini melampaui batas rindu
tak juga ada yang menarik untuk mengobati luka lara cinta
selain senyum pesonamu
Rabu, 11 September 2019
Jangan tinggalkan aku
rasa cinta adalah keindahan
karena cinta adalah karunia
ketika cinta kau paksakan untuk kau miliki
maka sejatinya kau telah menanam bibit kehancuran
nikmatilah cintamu karena allah
karena karunianya tidak akan pernah menyakitimu
namun saat kau merasa tersakiti karena cinta
itu karena ujian allah atas bahagiamu
tersenyumlah karenav senyum itu adalah kebahagiaan
dan kembalilah serahkan hidupmu
cintamu
kepadaNya
Sabtu, 31 Agustus 2019
kala malam tiba
ruang pikiran mulai di hantui rasa sepi
membias ke dalam sisi hidupku
lelah dengan semua ini
letih dengan semua ini
namun aku tetap aku
aku yang dijalankan oleh imajinasi
imajinasi tentang mu
tentang senyummu
tentang sorot matamu
semua membuatku tak mampu mencerna seperti apakah dirimu
ruang pikiran mulai di hantui rasa sepi
membias ke dalam sisi hidupku
lelah dengan semua ini
letih dengan semua ini
namun aku tetap aku
aku yang dijalankan oleh imajinasi
imajinasi tentang mu
tentang senyummu
tentang sorot matamu
semua membuatku tak mampu mencerna seperti apakah dirimu
Sabtu, 17 Agustus 2019
Kaku
mentari memancarkan gemparan cahaya yang cukup terik
hembusan angin sepoi berhembus membius aktifitas raga
semua terasa aneh
tak lagi mampu berbuat apa apa
beraktifitas di luar membuat raga terasa terbakar
oh..... hanya desahan napas berat yang mengiringi siang penuh tekanan
tertekan ketika ruang kalbuku ikut terbakar oleh pesona cinta yang telah bersemi
kini mulai layu dan kering
oleh terpaan khianat
ragaku kaku
jiwaku beku
ingin ku menangis
pertahanan ku tak lagi mampu bertahan
hanya terpaku menyaksikan senyum masa lalu
hembusan angin sepoi berhembus membius aktifitas raga
semua terasa aneh
tak lagi mampu berbuat apa apa
beraktifitas di luar membuat raga terasa terbakar
oh..... hanya desahan napas berat yang mengiringi siang penuh tekanan
tertekan ketika ruang kalbuku ikut terbakar oleh pesona cinta yang telah bersemi
kini mulai layu dan kering
oleh terpaan khianat
ragaku kaku
jiwaku beku
ingin ku menangis
pertahanan ku tak lagi mampu bertahan
hanya terpaku menyaksikan senyum masa lalu
Jumat, 05 Juli 2019
Rentihan makna cinta
RINTIHAN MAKNA CINTA
Di saat malam terasa hampa
Hembusan angin dingin tak lagi terasa menyejukkan
Hanya diam terpaku menyusun puing puing angan yang luka
Bias kelam telah membuat atma ku gulita
Hanya mampu berharap tarian bintang membiaskan keindahan pada relung kerinduan
Air mataku kini telah mengering
Terbakar api cemburu
Kini oase cintaku mulai gersang dan tandus
Kering oleh tiupan api asmara
Ku tak lagi mampu berbuat apa apa
Tak lagi memiliki makna duniawi
Karena ku telah menyerahkan segala hidupku untuk pengabdian cintaku padamu
Ya allah.... Jika ini ujian cintaku maka berilah aku kekuatan agar aku mampu tegar menghadapi makna cintaku
Di saat malam terasa hampa
Hembusan angin dingin tak lagi terasa menyejukkan
Hanya diam terpaku menyusun puing puing angan yang luka
Bias kelam telah membuat atma ku gulita
Hanya mampu berharap tarian bintang membiaskan keindahan pada relung kerinduan
Air mataku kini telah mengering
Terbakar api cemburu
Kini oase cintaku mulai gersang dan tandus
Kering oleh tiupan api asmara
Ku tak lagi mampu berbuat apa apa
Tak lagi memiliki makna duniawi
Karena ku telah menyerahkan segala hidupku untuk pengabdian cintaku padamu
Ya allah.... Jika ini ujian cintaku maka berilah aku kekuatan agar aku mampu tegar menghadapi makna cintaku
Minggu, 28 April 2019
Harapan
HARAPAN
Hari telah mendekati senja
Cakrawala kembali tersenyum dari tangisan awan
Tapi ku masih saja terbaring
Menetralisir detak yang mulai lemah oleh letihnya kehidupan
Ku tak mampu berbuat apa apa
Hanya diam mengikuti detak kehidupan
Sahabat.... Maafkan khilaf duniawiku
Karena maaf mu dapat meringankan hasrat jiwaku yang terbelenggu oleh penantian menuju kematian
Hari telah mendekati senja
Cakrawala kembali tersenyum dari tangisan awan
Tapi ku masih saja terbaring
Menetralisir detak yang mulai lemah oleh letihnya kehidupan
Ku tak mampu berbuat apa apa
Hanya diam mengikuti detak kehidupan
Sahabat.... Maafkan khilaf duniawiku
Karena maaf mu dapat meringankan hasrat jiwaku yang terbelenggu oleh penantian menuju kematian
Langganan:
Postingan (Atom)