Sabtu, 17 November 2012
Selasa, 06 November 2012
penyesalan lara cinta
Awan kini menangis lagi
Bersedih menyambut malam
Kini rembulan tak lagi bersinar
Bintang pun tertidur
Tak jua ada kedip keindahan
Oh angin singkapkanlah sedikit awan malam
Buat memberikan keindahan tarian bintang
Ingin kunikmati malam ini dengan keindahan malam
Akan ku jumpai senyum impianku
Lewat memory asa yang menyimpan panorama keindahan senyum impian
Raut raut menyejukkan jiwa
Rona keindahan dengan senyum
Membuat suasana hati tergetar
Namun kini alam malam gulita
Keresahan jiwa terpancar lewat anugerah rasa
Yang mengantarkan kalbu rinduku
Tak lagi menemukan slide impian
Semua tertutup awan keresahan
Betapa malam ini akan terlewati dengan perjuangan panjang
Meraih kenyataan yang ada
Meriah kenyataan dirimu kini tak lagi membuatku tersenyum
Aku adalah aku yang selalu mencintaimu
Namun kini kau memilih untuk melalaikan cintaku
Dan menjalankan gairah hidupmu dengan kenikmatan cinta lain
Aku adalah aku yang terlena
Aku adalah aku yang tersakiti
Aku adalah aku yang kauhianati
Aku adalah aku yang menyesali pertemuanku dengan mu
Namun kini asaku adalah kecewa
Asaku adalah terkapar bersama penyesalan rinduku pada mu
Dan kini..........
Akan ku usahakan untuk menghalau deretan awan yang menyelimuti raungan asaku
Agar aku dapat berjalan menggapai harapan yang lebih baik
Akan ku jumpai senyum impianku
Lewat memory asa yang menyimpan panorama keindahan senyum impian
Raut raut menyejukkan jiwa
Rona keindahan dengan senyum
Membuat suasana hati tergetar
Namun kini alam malam gulita
Keresahan jiwa terpancar lewat anugerah rasa
Yang mengantarkan kalbu rinduku
Tak lagi menemukan slide impian
Semua tertutup awan keresahan
Betapa malam ini akan terlewati dengan perjuangan panjang
Meraih kenyataan yang ada
Meriah kenyataan dirimu kini tak lagi membuatku tersenyum
Aku adalah aku yang selalu mencintaimu
Namun kini kau memilih untuk melalaikan cintaku
Dan menjalankan gairah hidupmu dengan kenikmatan cinta lain
Aku adalah aku yang terlena
Aku adalah aku yang tersakiti
Aku adalah aku yang kauhianati
Aku adalah aku yang menyesali pertemuanku dengan mu
Namun kini asaku adalah kecewa
Asaku adalah terkapar bersama penyesalan rinduku pada mu
Dan kini..........
Akan ku usahakan untuk menghalau deretan awan yang menyelimuti raungan asaku
Agar aku dapat berjalan menggapai harapan yang lebih baik
Jumat, 02 November 2012
ingat kamu
Di awal musim hujan
Teringat akan dirimu
Seulas senyum bibir merekah
Menawarkan kesejukan makna duniawi
Kini semua hadir saat yang sama dengan waktu mengenalnya
Slide bayangan adalah karunia bahagia
Hingga senyum kumis tipispun mengembang di balik kesunyian
Teringat akan dirimu
Seulas senyum bibir merekah
Menawarkan kesejukan makna duniawi
Kini semua hadir saat yang sama dengan waktu mengenalnya
Slide bayangan adalah karunia bahagia
Hingga senyum kumis tipispun mengembang di balik kesunyian
Alangkah indahnya
Sunset sore
Sepoi angin berhembus
Menawarkan kesejukan buat dinikmati
Kenapa harus ada kesedihan
Awan kini tersenyum
Angin kini bersiul
Semua yang ada telah tersedia buat dinikmati
Alangkah indahnya suasana senja
Menikmatinya dengan sederhana sebagai karunia atas berkah hari ini
Alhamdulillah ya allah
Semoga kita senantiasa menjadi lebih baik
Sunset sore
Sepoi angin berhembus
Menawarkan kesejukan buat dinikmati
Kenapa harus ada kesedihan
Awan kini tersenyum
Angin kini bersiul
Semua yang ada telah tersedia buat dinikmati
Alangkah indahnya suasana senja
Menikmatinya dengan sederhana sebagai karunia atas berkah hari ini
Alhamdulillah ya allah
Semoga kita senantiasa menjadi lebih baik
awas ada banjir
di saat ini gulita dengan kilatan memancarkan sinyal
tanda malam ini awan akan menangis
dan ini adalah peringatannya akan adanya air mata awan yang akan menangis
menangisi lara-lara yang terkhianati
lara-lara yang gelisah oleh hantaman gelora cinta
lara-lara oleh keresahan yang menimpa oleh nasib
tak jua insan menyadarinya
tanda malam ini awan akan menangis
dan ini adalah peringatannya akan adanya air mata awan yang akan menangis
menangisi lara-lara yang terkhianati
lara-lara yang gelisah oleh hantaman gelora cinta
lara-lara oleh keresahan yang menimpa oleh nasib
tak jua insan menyadarinya
para pejabat dan kroni-kroni legislatif dan eksekutif
tetap saja terbahak dengan permainan indah nan menawan
melakukan manipulasi dan meng update administrasi
agar dana yang ada bisa mengalir ke pundi-pundi ATM nya
rakyat hanya mampu berdoa
berdoa dan berdoa
agar semua yang ada menjadi lebih baik
dan kini air mata awan akan tumpah
menggelar konser air
dengan nyanyian khas
dan tabuhan halilintar menghantam permukaan alam
dengan seskali hembusan napas angin
meenghempas kenyataan yang ada
membuat semua terbang
atap rumah tak lagi utuh
pohon tercabut dari akar-akarnya
tumbang tersungkur dan bersujud memohon ampunan kepada alam
alam yang memberikannya zat buat membesarkannya
alampun kini bosan
alampun kini tak lagi mampu berbuat
menghisap air yang di tumpahkan oleh airmata awan
genangan
gnangan demi genangan mulai mengaliri selokan
slokan tak jua mampu menampung genangan
air mata awan, mlimpah menuju sungai
sungaipun tak lagi mampu berbuat apa-apa
sepadan sungai kini telah di huni
pepohonan kini tlah tergantikan dengan tiang beton
sempit dan dangkal oleh limbah rumah tangga
gorong-gorongpun kini mulai muntah saat limbah softtek
limbah bungkus rokok
hingga kotoran bekas kondom
membeludak dengan bungkus plastik
dan kini .... manusia
hanya mampu berdesah
BANJIR........................ ....
dan menyalahkan pimpinan yang hanya mampu
berfikir buat rakyat-rakyat yang akan di hisapnya
rakyat-rakyat yang hanya mampu di obok-obok
di paksa membayar pajak
di paksa membayar iuran
di paksa untuk di gusur
tetap saja terbahak dengan permainan indah nan menawan
melakukan manipulasi dan meng update administrasi
agar dana yang ada bisa mengalir ke pundi-pundi ATM nya
rakyat hanya mampu berdoa
berdoa dan berdoa
agar semua yang ada menjadi lebih baik
dan kini air mata awan akan tumpah
menggelar konser air
dengan nyanyian khas
dan tabuhan halilintar menghantam permukaan alam
dengan seskali hembusan napas angin
meenghempas kenyataan yang ada
membuat semua terbang
atap rumah tak lagi utuh
pohon tercabut dari akar-akarnya
tumbang tersungkur dan bersujud memohon ampunan kepada alam
alam yang memberikannya zat buat membesarkannya
alampun kini bosan
alampun kini tak lagi mampu berbuat
menghisap air yang di tumpahkan oleh airmata awan
genangan
gnangan demi genangan mulai mengaliri selokan
slokan tak jua mampu menampung genangan
air mata awan, mlimpah menuju sungai
sungaipun tak lagi mampu berbuat apa-apa
sepadan sungai kini telah di huni
pepohonan kini tlah tergantikan dengan tiang beton
sempit dan dangkal oleh limbah rumah tangga
gorong-gorongpun kini mulai muntah saat limbah softtek
limbah bungkus rokok
hingga kotoran bekas kondom
membeludak dengan bungkus plastik
dan kini .... manusia
hanya mampu berdesah
BANJIR........................
dan menyalahkan pimpinan yang hanya mampu
berfikir buat rakyat-rakyat yang akan di hisapnya
rakyat-rakyat yang hanya mampu di obok-obok
di paksa membayar pajak
di paksa membayar iuran
di paksa untuk di gusur
hanya derita
Berharap saat ini semua menjadi kenyataan
Harapan dapat menikmati keindahan makna cinta yang kau tawarkan
Hanya derita
Hanya penyesalan
Kenapa aku harus mengenalmu
Yang membvat derita
Yang membuat ku merana
Aku tak lagi mampu berbuat hanya diam
Harapan dapat menikmati keindahan makna cinta yang kau tawarkan
Hanya derita
Hanya penyesalan
Kenapa aku harus mengenalmu
Yang membvat derita
Yang membuat ku merana
Aku tak lagi mampu berbuat hanya diam
Dan menikmatinya sebagai siksa rindu
Ketika ingin meluapakanmu
Dirimu kembali mengusiknya
Dengan senyum indah dan menawan
Yang menggetarkan persendian pertahanan rinduku
Aku kini kembali terkapar
Kembali dengan kesedihan
Kembali kecewa oleh hantaman gelora cintamu
Malam yang selalu damai
Malam yang selalu membuatku ceria
Malam yang ku habisi dengan mimpi indah
Kini menjadi gulita
Kini menjadi hampa
Kini menjadi nista
Oleh tekanan kerinduanku
Kerinduan yang membuat siksaaan
Dan kini hanya ingin
Damai
Ingin tentram bersama napas malam yang membuatku harus bertahan
Bertahan demi harapan esok menjadi lebih baik
Ketika ingin meluapakanmu
Dirimu kembali mengusiknya
Dengan senyum indah dan menawan
Yang menggetarkan persendian pertahanan rinduku
Aku kini kembali terkapar
Kembali dengan kesedihan
Kembali kecewa oleh hantaman gelora cintamu
Malam yang selalu damai
Malam yang selalu membuatku ceria
Malam yang ku habisi dengan mimpi indah
Kini menjadi gulita
Kini menjadi hampa
Kini menjadi nista
Oleh tekanan kerinduanku
Kerinduan yang membuat siksaaan
Dan kini hanya ingin
Damai
Ingin tentram bersama napas malam yang membuatku harus bertahan
Bertahan demi harapan esok menjadi lebih baik
harapan
Kini awan mulai tersingkir
Suara alam kembali riang tengkerek mulai riang
Burung sesaat terbang rendah
kicauannya membuat suasana pagi
hingga siang terlalui dengan keindahan cakrawala
Kini gairah rasa menerjang gelombang kehidupan
Mengarahkan jiwa ku terhampar di lautan bahtera gejolak rasa
Hanya harapan ...........
Harapan yang akan membawa suasana hari ini menjadi
Mengarahkan jiwa ku terhampar di lautan bahtera gejolak rasa
Hanya harapan ...........
Harapan yang akan membawa suasana hari ini menjadi
lebih baik
Namun dibalik suasana kalbu yang meronta oleh tekanan kehidupan
Disisi relung terdalam gejolak rasa
Disisi relung terdalam gejolak rasa
kembali dihiasi oleh raungan kerinduan
Rindu akan sesuatuyang lebih baik
Rindu akan senyum impian
Rindu akan sesuatuyang lebih baik
Rindu akan senyum impian
yang akan membawa suasana hening menjadi riang
Rindu yang akan mengantarkan aku untuk tetap bertahan
Karena di sisi lain ada harapan kebahagiaan
Rindu yang akan mengantarkan aku untuk tetap bertahan
Karena di sisi lain ada harapan kebahagiaan
Kamis, 25 Oktober 2012
oh siang
¤ OH Siang
Berlinang air mata raga
bercucuran membasahi pakaian
di terjang badai surya
terik hingga terasa teruk
kini raga terasa lunglai
kekurangan cairan
terhempas dehidrasi harapan
keletihan melanda raga
dan serangan hantaman tsunami kerinduan
membuat suasana sesaat menjadi hambar
menikmati hembusan AC alam
menguak rasa letih menjadi rasa ngantuk
duhai angin.......
Hembuskanlah napas resahmu
agar awan tak lagi tercerai
biarkan dia berkumpul
untuk meneduhi aktivitas hari ini
agar saat menikmati sajian santap siang
membuat suasana menjadi nikmat
walau hanya berlauk senyum impian
akan ku nikmati semua ini
sebagai berkah atas nikmat hidup di hari ini
Berlinang air mata raga
bercucuran membasahi pakaian
di terjang badai surya
terik hingga terasa teruk
kini raga terasa lunglai
kekurangan cairan
terhempas dehidrasi harapan
keletihan melanda raga
dan serangan hantaman tsunami kerinduan
membuat suasana sesaat menjadi hambar
menikmati hembusan AC alam
menguak rasa letih menjadi rasa ngantuk
duhai angin.......
Hembuskanlah napas resahmu
agar awan tak lagi tercerai
biarkan dia berkumpul
untuk meneduhi aktivitas hari ini
agar saat menikmati sajian santap siang
membuat suasana menjadi nikmat
walau hanya berlauk senyum impian
akan ku nikmati semua ini
sebagai berkah atas nikmat hidup di hari ini
Selasa, 23 Oktober 2012
kebahagiaan & kenikmatan
diantara sekian kelam
suasana hati tetap saja berbeda
kenyataan hari ini tetap saja ada yang baru
kenyataan yang membuat suasana hati berubah
karena semua ini adalah nikmat hidup
bagaimana mungkin akan ada rasa syukur
sementara sibuk dengan memperhatikan orang lain
sehingga kita menjadi terkucilkan
sehingga kita menjadi minder
padahal semua ini adalah penyakit bahagia
jika ingin bahagia
pastikan kita memperhatikan diri kita
apa yang kita lakukan
apa yang kita kerjakan
apa yang kita hasilkan
ciptakanlah suasana lain
dengan asik menikmati apa yang bisa kita hasilkan
itulah arti bahagia
namun ..........
jika ingin menikmati kenikmatan
maka peliharalah napsu
jagalah napsu
jangan biarkan berkelana menerjang pikiran
karena cenderung menjadi pendosa
sehingga kita menjadi terkucilkan
sehingga kita menjadi minder
padahal semua ini adalah penyakit bahagia
jika ingin bahagia
pastikan kita memperhatikan diri kita
apa yang kita lakukan
apa yang kita kerjakan
apa yang kita hasilkan
ciptakanlah suasana lain
dengan asik menikmati apa yang bisa kita hasilkan
itulah arti bahagia
namun ..........
jika ingin menikmati kenikmatan
maka peliharalah napsu
jagalah napsu
jangan biarkan berkelana menerjang pikiran
karena cenderung menjadi pendosa
rasa syukur
Duhai bulan
ketika kelam datang
tak jua mata mampu menerobos kegelapan
kini kau tersibak
tersenyum dengan tarian bintang
yang telah tertutupi awan kesedihan
anginpun benyanyi merdu
mengiramakan gubahan kalabu
ketika kelam datang
tak jua mata mampu menerobos kegelapan
kini kau tersibak
tersenyum dengan tarian bintang
yang telah tertutupi awan kesedihan
anginpun benyanyi merdu
mengiramakan gubahan kalabu
membawa suasana malam menjadi bermakna
saat embun malam menetes
menyirama gersangnya harapan
dan kini bersama keindahan cinta
ku menikmati arti malam ini
sengan penuh rasa syukur atas nikmat yang di anugerahkan kepadaku
ya allah alhamdulillah
nikmatmu telah membuatku bahagia
saat embun malam menetes
menyirama gersangnya harapan
dan kini bersama keindahan cinta
ku menikmati arti malam ini
sengan penuh rasa syukur atas nikmat yang di anugerahkan kepadaku
ya allah alhamdulillah
nikmatmu telah membuatku bahagia
sibuk dengan marah
Kesedihan adalah suatu kenyataan
dapat membuat kita dendam
membuat sakit hati
hingga kita sibuk
membuat sakit hati
hingga kita sibuk
dengan suasana hati yang di penuhi rasa marah
rasa marah akan membuat kita tertinggal
akan membuat diri kita mundur
rasa marah akan membuat kita tertinggal
akan membuat diri kita mundur
menjauh dari kenyataan bahagia
yang semestinya dapat kita raih saat itu
Tak seorangpun yang mendapat keabadian
janganlah sombong dengan harta yang tuhan berikan kepada kita
semua yang ada menjadi tiada
janganlah sombong dengan harta yang tuhan berikan kepada kita
semua yang ada menjadi tiada
jangan bersedih tak memiliki apa yang dimiliki orang lain
karena tuhan memberikan kemudahan kepada orang yang di kehendakiNya
dan jangan pernah iri kepada orang lain
seolah iri kepada tuhan dan itu membuat kita mendekati kekufuran
jadilah diri sendiri
jadikan diri sendiri sebagai imam
buat membimbing kalbu kita agar menjadi lebih baik
sia-sia karena rindu
Kini hari menjelang sore
mendekati malam
tak jua melakukan apa apa
hanya mengeluh
hanya meratap kepedihan
penyesalan selalu mendesah di setiap napas
betapa hari ini telah berjalan dengan kesia siaan
tanpa harus melakukan apa apa
mendekati malam
tak jua melakukan apa apa
hanya mengeluh
hanya meratap kepedihan
penyesalan selalu mendesah di setiap napas
betapa hari ini telah berjalan dengan kesia siaan
tanpa harus melakukan apa apa
sementara orang berlenggok dan berlomba mengejar harapan
ketika sadar betapa tertinggalnya kita dari mereka
kita masih saja diam bahkan mundur dari tatanan kehidupan
usia tak jua mampu di hindarkan
ketika sadar betapa tertinggalnya kita dari mereka
kita masih saja diam bahkan mundur dari tatanan kehidupan
usia tak jua mampu di hindarkan
dari keciil menjadi anak anak
anak
anak menjadi remaja
terus saja berlalu hingga menjadi dewasa
dan menjadi tua
kini yang tua tergantikan yang muda
masih saja mengeluh
masih saja berkhayal
masih saja mengejar kegembiraan
melupakan esok usia kita bertambah
dan baru sadar dengan penyesalan
kenapa aku tidak berbuat apa apa
kenapa aku diam
betapa ruginya
hingga hanyut dalam kesedihan berkepanjangan tanpa pernah berbuat
wahai kawan
milikilah motivasi buat meraih yang lebih baik dari hari ini
jangan berpangku tangan
jangan malas
belajar dan belajarlah
karena dengan belajar
masih saja mengeluh
masih saja berkhayal
masih saja mengejar kegembiraan
melupakan esok usia kita bertambah
dan baru sadar dengan penyesalan
kenapa aku tidak berbuat apa apa
kenapa aku diam
betapa ruginya
hingga hanyut dalam kesedihan berkepanjangan tanpa pernah berbuat
wahai kawan
milikilah motivasi buat meraih yang lebih baik dari hari ini
jangan berpangku tangan
jangan malas
belajar dan belajarlah
karena dengan belajar
kita bisa mulai untuk melakukan sesuatu yang dapat membuat diri kita bangga
langkah rindu
kini mentari kembali menghangatkan raga
dari kekeluan rasa
pagi baru saja mendekati siang
sore terasa lama
untuk menjumpai sang malam
bulir bulir nestapa
masih terasa mengganjal
puing puing berserakan
tak terarahkan
dari kekeluan rasa
pagi baru saja mendekati siang
sore terasa lama
untuk menjumpai sang malam
bulir bulir nestapa
masih terasa mengganjal
puing puing berserakan
tak terarahkan
menghalangi langkah rinduku
kala tsunami harapan
tersapu lara rindu
yang kini menghantui tiap desah pandangan rinduku
kala tsunami harapan
tersapu lara rindu
yang kini menghantui tiap desah pandangan rinduku
keindahan malam
Menikmati suasan damai
saat kelam
kesejukan terasa
terhembus sepoi angin sakal
yang membuat terbuai kealam lain
menatap bintang
yang mulai bersinar
malu malu di balik awan
rembulanpun mulai bersiap
memberikan cahaya keindahannya
membuat suasana malam ini
menjadi indah
kenapa harus bersedih
alam penuh nikmat
luangkan sesaat waktu buat keindahan makna duniawi
agar kotornya pikiran oleh terpaan kenyataan ini
sirna tersapu keindahan malam
Minggu, 07 Oktober 2012
kemurnian hasrat jiwa
kemurnian hati saat malam tiba
tersungkur dalam keberadaan hati
ingin menangis
duka lara yang mengiris
alangkan indahnya dunia
saat ada senyum manis mengintip dibalik hayalan
terbias saat bersama malam
tak lagi ada rintihan di kalbu
senyuman itu membuatku terpana
lupa akan luka lama
hingga senyum pun mulai mengembang
hidup terasa indah
ya allah berikanlah senyuman itu untuk ku
ya allah aku bersujud kepadamu
atas nikmat kerinduan yang kau berikan
sujudku
tapakurku
dan doaku kepada kepadaMu dan kepada Nabiku
ku serahkan kerinduanku kepadaMu
agar mendapatkan cinta yang kau ridoi ya allah
ya allah ampuni dosa-dosa cintaku
ya allah ampuni kerinduan hatiku pada senyuman
ya allah ampuni dosa-dosa khilafku
agar aku damai di malam ini
selamat malam
kian larut dalam perasaan yang mempesona
tergeser dengan hempasan syahwat
bersama senyum manis nan menggemaskan
terbias lewat pancaran rona-rona cinta yang kau tawarkan
tak kuasa
tak mampu
tak jua dapat kucerna
betapa aku terlena hingga ingin terbang ke angkasa
menjumpaimu dalam dekapan mesra
menggapai keindahan syurgaloka
membias dalam kalbu yang terseret ke lembah dosa cinta
dosa-dosa asmara tak lagi ku hiraukan
kerinduanku padamu
harapanku padamu
dan cintaku padamu
kini pada titik nadir yang terrendah
di malam ini ingin menggapaimu
dimalam ini ingin tertidur lelap dalam rangkulan kasihmu
hingga tersadar dalam kenikmatan dunia yang kau tawarkan
ini hanyalah sebuah impian
ini hanyalah dosa-dosa cinta yang kau tawarkan
ya allah ampunilah dosa-dosa cintaku di malam ini
Langganan:
Postingan (Atom)