Selasa, 25 Agustus 2015

panah asmara



Ruang hatiku beku
Tertimbun bongkahan dinginnya angan 
Saat hembusan kerinduan menerobos kisi ruang cintaku
Harapanku sirna
Asaku koyak
Tak lagi memiliki harapan

Cinta yang kau tawarkan
Kini telah menawan seluruh pertahan cintaku
Luluh lantah dalam pesona malam

Tak jua mampu tertidur
Hanya diam menatap slide fhoto selfiemu
Yang tak jua ku berani berterus terang
Betapa aku berharap memilikimu
Betapa aku berharap kau menyayangiku
Mengasihiku

Aku menyukaimu melebihi rasa sukaku
Aku menyayangimu melebihi rasa sayang kepada diriku
Aku merindukanmu melebihi separuh hidupku

Aku hanya bergumam
aku mencintaimu
Aku menyayangimu
Aku menyukaimu
Aku merindukanmu

Semoga di malam sunyi ini
Energi cintaku membuat hatimu tergugah untuk mengingatku
Ku berharap 
Kau mengatakan apa yang ku harapkan
Hanya sebuah pengakuan akan diriku di hatimu

Akan ku siapkan segalanya
Untuk menerima kenyataan itu

Minggu, 16 Agustus 2015

beginilah aku



Selagi muda berfoya foya tak juga perduli akan hari esok
Happy and happy sebagai aktifitas keseharian
Terjebak dalam dunia glamour
Mencari hiburan dengan bernyanyi 
bergembira di tempat karaoke 
hingga terjebak masuk kamar oke

Tak ingin semua terlalui dengan tanpa bahagia
Hingga kini usia semakin mendekati kematian
Terjebak kenangan masa lalu yang penuh sensasi
Terlunta di kehidupan modern
Menyesali sikap dan perilaku yang telah lalu

Hanya sendiri menikmati kematian
Teman sejati
Sahabat dan keuarga 
Tak lagi memiliki arti
Ketika harus berhadapan dengan sakratul maut
Kematian adalah rahasiaNya


Kamis, 13 Agustus 2015

syahwat cinta



Dunia semakin mengecil
Saat masih kecil
Jalanan masih langgeng dan sangat terasa betapa kecilnya aku
Tapi kini......
Jalanan sangat sempit dan terasa pengap
Rumah rumah  yang dulu masih bisa berlarian kini untuk melangkah saja terasa sulit

Oh ... Dunia
Dunia yang di penuhi oleh besarnya rasa cinta
Dunia yang di penuhi oleh besarnya harapan bahagia

Oh dunia
Tak jua ada yang abadi
Dihari yang lalu masih dapat tersenyum
Namun kini suasana dipenuhi oleh rasa sesak

Sesak oleh kepadatan dan kemacetan
Sesak oleh derita lara cinta
Cinta yang membuat hati berbunga
Kini gersang diterpa prahara asmara

Entahlah....
Esok masih adakah cinta
Karena esok tak lagi ada cinta yang ada hanyalah saling membutuhkan
Tak lagi ada moralitas
Tak lagi ada aturan 

Syahwat sudah mulai di pertontonkan
Syahwat sudah tidak lagi tabu untuk di bicarakan
Syahwat kini di jadikan entertain
Syahwat kini dijadikan sebagai pekerjaan

Hatiku miris
Hatiku sedih
Hancurlah pradaban 
Hancurnya adat istiadat
Terdorong oleh kebutuhan akan syahwat

Semoga netizent sahabatku 
Masih memiliki rasa sabar dan berjiwa besar dengan mengubar syahwatnya setelah ikrar ijab kabul di upacarakan

Yakinlah kebahagiaan akan kita nikmati
Dengan ihlas menerima aturan dan ajaran agama


Minggu, 02 Agustus 2015

derita malam



ku buka helai lembar kalbuku
Mencari helai kedamaian
Hanya letih
Membuatku diam tak mampu menahan gejolak rindu

Helai lembar kedamaian di hatiku
Telah terpenuhi oleh tatapan penawaran bahagia Cintamu

Dan kini malam mendekati pagi
Ku ingin sesaat saja terbaring
Terlepas dari slide bayangan cintamu

Dan bahagia walau dialam mimpi
Lelah mendaki puncak bahagia
Dan kini kibaran bendera bahagia
Terlalu jauh untuh ku raih

Sabar dan sabar
Saatnya tiba akan datang ridhaNya
Untuk bahagiaku

malam sunyi



Di kesunyian malam
Ku mencoba membuka lembaran hati
Ada kegelisahan yang mendera
Sisi lain di bilik kalbu 
Mungkin tersimpan arti bahagia

Hanya menatap
Yang ada hanyalah senyum pesonamu
Yang membuat getar rindu 
Dan kini

Sisa malam
Ku ingin damai sesaat saja
Berbaring dan terlelap
Di alam tidur 
Mungkin ku bisa menemukan arti bahagia