Senin, 05 Februari 2018

desah kematian



malam selalu kelam
Saat cahaya nurrabi menerobos ruang kalbu tanda peringatan malaekat menyambangi jiwa jiwa yang terhampar dalam tembang kematian

Dada kembali tak teratur sesekali terdesak suasana malam mencekam

Sementara pasukan malaekat berpatroli siap merazia atma yang afkir untuk di retur kepada sang khalik

Siap atau tidak siap
Kapan dan dimana
Hanya waktu
Tap perduli kau masih muda
Tak perduli kau belum kawin
Tak perduli kau sudah tua

Siklus kehidupan akan terus berganti
Anak anak akan menjadi muda  yang muda akan dewasa yang dewasa akan menjadi tua
Yang tua akan tergantikan dengan yang muda

Masihkah kau lalai akan hidupmu
Masih saja belum melakukan apa apa
Sementara pasukan malaekat standby menunggu desah kematian

Tinggallah kamu
Tergolong orang sesat atau menyesatkan
Hanya kamu dan malaekat yang tau

Aku hanya berharap kita semua menjadi orang yang lebih baik
Dan masuk dalam golongan orang orang yang di ridhai

Sabtu, 08 Juli 2017

Menuju alam kematian

ALAM NURABBI

Terbangun dari derai tangisan awan dimalam ini mengantarkan separo malam menuju pagi tak mampu menenggelamkan aku ke alam mimpi

Kini ku terbangun dari hentakan detak irama jantung terasa tak teratur membuat dadaku terasa nyeri

Aku sadar bahwa itulah nikmat yang allah berikan kepadaku
Peringatan agar aku lebih banyak mengingat akan Nya dengan segera terbangun untuk berwudlu dan bermunajat melantunkan doa malam

Dan kini aku terbaring
Terlentang hanya terpokus pada derita yang allah anugerahkan sebagai peringatan hidupku menuju kegelapan panjang di alam bazrah kematian

Ku persiapkan diriku untuk menuju keindahan ridhaMu

Ya allah ya rabb kau jadikan malam sebagai persembuyian ridhaMu sebagaimana aku didalam kegelapan saat didalam ovarium rahim ibuku
Damai dengan percikan cahaya Nurabbi yang akan menyinari sisi gelap relung insani

Aku ihlas mengikuti kehendakmu
Andai malam ini kau mengirimkan malakul buat menuntunku menuju ridhaMu
Maka esok aku akan berpisah dengan dunia pana ini menuju kehidupan alam bazrah

Wahai sahabat dan saudaraku
Jika kau mendengar kabar tentangku
Tentang perpisahanku dengan dunia ini maka lapazkanlah
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun
Tanda aku telah menuju singgasana kematian
Dan
Mohon ampunanmu atas dosa hidupku
Hingga kau tersenyum saat mengingatku

Rabu, 05 Juli 2017

Undangan kematian



Entah sampai kapan
Ujian ini masih ku terima
Tak ada waktu yang pasti tidak juga siang
menjelang malampun masih terasa menusuk dan nyeri yang hebat dengan dada terasa ditenpa benda berat
Andai saat ini
Undangan malaekat datang untuk menghadiri sakratul maut
 maka besok ku sudah berpisah dengan dunia ini
Dunia yang sangat indah yang dipenuhi aneka gelora nafsu

Dimalam yang indah ini
Ku hanya mampu memohon maaf atas hidupku kala bersama menempuh kehidupan duniawi

Tersenyumlah jika kau bahagia oleh tingkah lakuku
Dan maafkan jika kau merasa marah dan merasa di rugikan oleh khilaf hidupku

Kamis, 29 Juni 2017

Gelap



Aku ada diantara dirimu dan diriNya
Bersentuhan dalam rasa menjumpai kegelapan malam

Saat kau dalam kegelapan ketika masih sebagai karubiun sel ovum ovarium ibumu kau masih bisa damai

Saat kau dalam kegelapan ketika masih sebagai janin di rahim ibumu kau masih damai

Namun saat kau menemui cahaya terang kau menangis pilu
Kau bisa menemui senyum kebahagiaan
Kau bisa menemui tawa kegembiraan
Namun kau tetap saja menangis

Jangan kau menangis lagi Duhai kekasih Allah SWT
Karena Itulah hidup
Diantara aku dan dirimu ada diriNya pengendali hidup
Serahkan hidup terangmu
saat kegelapan Dia melepas belenggu Ridha Nya dan saat cahaya terang dia mengikat ridhaNya

Wahai insan kerinduan
Manfaatkanlah gelapnya malam untuk menentukan ridhaNya dengan bertapakkur berserah diri kepada sang kuasa

Rabu, 28 Juni 2017

Ruang kalbu

Jangan kau mempersulit diri sendiri dengan persoalan hidup
Nikmatilah hidup ini dengan sederhana
Karena semua ini ada jarak ruang dan waktu

Kita hanya perlu bersyukur
Tanda kita mengakui yang kuasa hanyalah Dia Allah SWT
Yang lain dari bersyukur maka kau akan merasa tak nyaman dan tak tentram

Dengan bersyukur kau bisa tersenyum
Lalu kenapa kau bersedih jika itu membuat hatimu pilu dan lara
Lalu kenapa kau susah jika itu membuat mu berduka
Lalu kenapa kau mengeluh jika itu membuatmu dendam

Cobalah bersyukur
Dan renungilah dirimu
Dengan memperhatikan dan merasakan aliran napasmu
Sesaat tariklah napas pelan
Rasakan aliran darah menghinggapi lubang hatimu menuju Ubun ubunmu lalu lepaskan

 jika kau menikmatinya sejatinya dirimu telah memperkenalkan dirimu kepadaNya
Dan bersyukurlah
Karena kau telah menggunakan napas sebagai media berdzikir