Rabu, 23 Mei 2018

MENTARIKU

Ruang terasa hampa
Terhempas oleh gerahnya terik mentari
Dahaga mulai menyerang tenggorokan
Tanda keringnya hamparan asa
Dan kini ...
Air adalah banyangan yang paling nikmat

Namun di sisi lain
Saat membayangkan seteguk air
Gejolak lain mulai memberontak untuk ikut berdemo ingin juga di berikan asupan makanan buat energi

Oh.... mentari
Betapa kuatnya nikmat hangat yang kau pancarkan
Aku kini tak mampu menerobos teriknya harapan
Oleh risalah kehidupan

Terkapar dalam diam
Menanti saar bahagia
Menanti saat bergembira
Menanti saat kami tersenyum dan berdoa buat mengakhiri puasa hari ini

Rabu, 16 Mei 2018

KEMATIAN

Kini kembali terbangun dari desakan malam
Yang menekan detak  jantung yang terasa melambat
Peringatan akan sebuah akhir

Ku mulai tau
Ketika detak jantung tak lagi bergerak sejatinya itu bukanlah kematian

Ku mulai mengerti
Ketika kerja otak tak lagi mampu mengingat akanNya itulah kematian

Karena diri telah menyatu dengan  dzatNya

Ya allah..... anugerah diri yang kau tunjukkan semoga dapat membuatku semakin menjadi lebih baik

Selasa, 15 Mei 2018

Hiasan kalbu

Belajarlah menerima sebuah perbedaan 
Karena itu adalah soal kehidupan yang membutuhkan jawaban kehidupan atas diri

Jika kau berhasil maka kau akan selalu merasakan arti kebahagiaan

Namun jika masih ada rasa tak menerima 
Maka kembalilah  untuk bertafakkur jejali lisanmu dengan asma Allah agar hati yang sombong terurai oleh kesejukan izzati

Senin, 14 Mei 2018

DAMAIKAN NEGERIKU

Jiwaku tak lagi mampu menatap tarian bintang saat kelam menyeruak menutupi teriknya kehidupan

Jalan kelam makin terbentang untuk diterobos jiwa jiwa yang hampa

Sepoi siulan bayu tak lagi membuat kesejukan oleh gejolak kehidupan yang melanda negeriku

Gerah.....
Gerah yang dapat membuat raga tersusupi angin masuk ke dalam rongga pori kulit hingga tergeletak mual karena masuk angin

Napas berat ku berharap negeriku damai dalam kesejukan

Bom surabaya



Bungkam oleh bencana melanda negeriku
Limpahan darah mengenai tanah airku

Tak mampu bernapas lega
Terobsesi serangan Bom dimana mana

Hanya doa kepada korban
semoga amal ibadahnya memberikan jalan menuju syurga

Jumat, 04 Mei 2018

Terasing

Ku merasa terasing
Dari gemerlapnya suasana kehidupan
Tak lagi dapat menikmati sa jungan
Tak lagi dapat menikmati gemerlapnya gemuruh perilaku

Semakin terasa terasing
Ketika detak jantung tak lagi teratur nelihat hiruk pikuk kehidupan

Salahkah aku skeptis
Salahkah aku apatis
Tak lagi mampu menikmati keperdulian 

Hilangkah sosialku
Sirnakah ambisiku

Entahlah......
Ku tak akan perduli lagi
Karena yang utama bagaimana aku bisa bernapas lega menanti saatnya berpulang menuju zatullah

Senin, 05 Februari 2018

desah kematian



malam selalu kelam
Saat cahaya nurrabi menerobos ruang kalbu tanda peringatan malaekat menyambangi jiwa jiwa yang terhampar dalam tembang kematian

Dada kembali tak teratur sesekali terdesak suasana malam mencekam

Sementara pasukan malaekat berpatroli siap merazia atma yang afkir untuk di retur kepada sang khalik

Siap atau tidak siap
Kapan dan dimana
Hanya waktu
Tap perduli kau masih muda
Tak perduli kau belum kawin
Tak perduli kau sudah tua

Siklus kehidupan akan terus berganti
Anak anak akan menjadi muda  yang muda akan dewasa yang dewasa akan menjadi tua
Yang tua akan tergantikan dengan yang muda

Masihkah kau lalai akan hidupmu
Masih saja belum melakukan apa apa
Sementara pasukan malaekat standby menunggu desah kematian

Tinggallah kamu
Tergolong orang sesat atau menyesatkan
Hanya kamu dan malaekat yang tau

Aku hanya berharap kita semua menjadi orang yang lebih baik
Dan masuk dalam golongan orang orang yang di ridhai

Sabtu, 08 Juli 2017

Menuju alam kematian

ALAM NURABBI

Terbangun dari derai tangisan awan dimalam ini mengantarkan separo malam menuju pagi tak mampu menenggelamkan aku ke alam mimpi

Kini ku terbangun dari hentakan detak irama jantung terasa tak teratur membuat dadaku terasa nyeri

Aku sadar bahwa itulah nikmat yang allah berikan kepadaku
Peringatan agar aku lebih banyak mengingat akan Nya dengan segera terbangun untuk berwudlu dan bermunajat melantunkan doa malam

Dan kini aku terbaring
Terlentang hanya terpokus pada derita yang allah anugerahkan sebagai peringatan hidupku menuju kegelapan panjang di alam bazrah kematian

Ku persiapkan diriku untuk menuju keindahan ridhaMu

Ya allah ya rabb kau jadikan malam sebagai persembuyian ridhaMu sebagaimana aku didalam kegelapan saat didalam ovarium rahim ibuku
Damai dengan percikan cahaya Nurabbi yang akan menyinari sisi gelap relung insani

Aku ihlas mengikuti kehendakmu
Andai malam ini kau mengirimkan malakul buat menuntunku menuju ridhaMu
Maka esok aku akan berpisah dengan dunia pana ini menuju kehidupan alam bazrah

Wahai sahabat dan saudaraku
Jika kau mendengar kabar tentangku
Tentang perpisahanku dengan dunia ini maka lapazkanlah
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun
Tanda aku telah menuju singgasana kematian
Dan
Mohon ampunanmu atas dosa hidupku
Hingga kau tersenyum saat mengingatku

Rabu, 05 Juli 2017

Undangan kematian



Entah sampai kapan
Ujian ini masih ku terima
Tak ada waktu yang pasti tidak juga siang
menjelang malampun masih terasa menusuk dan nyeri yang hebat dengan dada terasa ditenpa benda berat
Andai saat ini
Undangan malaekat datang untuk menghadiri sakratul maut
 maka besok ku sudah berpisah dengan dunia ini
Dunia yang sangat indah yang dipenuhi aneka gelora nafsu

Dimalam yang indah ini
Ku hanya mampu memohon maaf atas hidupku kala bersama menempuh kehidupan duniawi

Tersenyumlah jika kau bahagia oleh tingkah lakuku
Dan maafkan jika kau merasa marah dan merasa di rugikan oleh khilaf hidupku

Kamis, 29 Juni 2017

Gelap



Aku ada diantara dirimu dan diriNya
Bersentuhan dalam rasa menjumpai kegelapan malam

Saat kau dalam kegelapan ketika masih sebagai karubiun sel ovum ovarium ibumu kau masih bisa damai

Saat kau dalam kegelapan ketika masih sebagai janin di rahim ibumu kau masih damai

Namun saat kau menemui cahaya terang kau menangis pilu
Kau bisa menemui senyum kebahagiaan
Kau bisa menemui tawa kegembiraan
Namun kau tetap saja menangis

Jangan kau menangis lagi Duhai kekasih Allah SWT
Karena Itulah hidup
Diantara aku dan dirimu ada diriNya pengendali hidup
Serahkan hidup terangmu
saat kegelapan Dia melepas belenggu Ridha Nya dan saat cahaya terang dia mengikat ridhaNya

Wahai insan kerinduan
Manfaatkanlah gelapnya malam untuk menentukan ridhaNya dengan bertapakkur berserah diri kepada sang kuasa

Rabu, 28 Juni 2017

Ruang kalbu

Jangan kau mempersulit diri sendiri dengan persoalan hidup
Nikmatilah hidup ini dengan sederhana
Karena semua ini ada jarak ruang dan waktu

Kita hanya perlu bersyukur
Tanda kita mengakui yang kuasa hanyalah Dia Allah SWT
Yang lain dari bersyukur maka kau akan merasa tak nyaman dan tak tentram

Dengan bersyukur kau bisa tersenyum
Lalu kenapa kau bersedih jika itu membuat hatimu pilu dan lara
Lalu kenapa kau susah jika itu membuat mu berduka
Lalu kenapa kau mengeluh jika itu membuatmu dendam

Cobalah bersyukur
Dan renungilah dirimu
Dengan memperhatikan dan merasakan aliran napasmu
Sesaat tariklah napas pelan
Rasakan aliran darah menghinggapi lubang hatimu menuju Ubun ubunmu lalu lepaskan

 jika kau menikmatinya sejatinya dirimu telah memperkenalkan dirimu kepadaNya
Dan bersyukurlah
Karena kau telah menggunakan napas sebagai media berdzikir

Alam kematian



Jangan kau mengeluh dan bersedih karena sakitmu

Karena semua itu adalah bagian dari kehidupan

Tersenyum lah karena Allah SWT hanya mengabarkan kepadamu bahwa kematian itu pasti datang kepadamu

Mulai lah berbenah diri untuk menyambut alam lain setelah kematianmu

Tak ada yang lebih indah selain dapat diterima sebagai bagian hamba yang di ridhaiNya

Janganlah selalu berdesah karena keluhan hidupmu tapi manfaatkanlah desah balasmu untuk berdzikir
Agar kau mampu damai menjalani arti kehidupan

Selasa, 13 Juni 2017

IKTI'AP (kesedihan jiwa)



Sudah saatnya menghapus keraguan dengan keyakinan dari selimut kegelapan dengan masa depan yang lebih baik

Jangan biarkan keraguan menyelimuti ruang angan dan jiwamu
Mari bangkit dan tersenyumlah karena Allah SWT menjamin kehidupan kita sejak dari kegelapan saat di kedalaman perut
Dalam gelapnya rahim
Dalam gelapnya plasenta
Bahkan sejak balita sampai saat ini kita masih diberikan Rizki

Lalu apa yang membuatmu masih saja bersedih
Kau seharusnya tersenyum
Karena keimananmu akan mendapat imbalan Rizki dariNya

Lakukan lah apa yang ingin kau lakukan dengan koridor keimanan, karena hidup ini untuk di nikmati

Minggu, 04 Juni 2017

kembali



Pergilah wahai duka
Jiwaku hampa
Atmaku terkoyak
Tak jua damai
Ku ingin kembali ke masa lalu
Agar aku selalu tersenyum dan tertawa
Tak lagi ada kesedihan

Oh Malam
Suasana hembusan angin
Membawa ragaku tergetar oleh rasa sakit
Ku tak ingin perduli lagi
Karena inilah hidup

Ku telah bosan terkekang dalam kamuflase peralatan kesehatan yang mengikatku

Biarlah ku bebaskan diriku
Menikmati indahnya rasa sakit

Ku dapat semakin dekat dengan Nya
Merasakan getaran kalbu ridhaNya

Sekian lama ku nikmati nikmat sehat
Jika sekarang  ku di berikan nikmat sakit
Apakah aku harus mengeluh

Karena dalam erangan
Ku dapatkan indah Nya selalu mengingat AkanNya

arwah jiwaku



Berita duka yang ku dengar
Ku tak tau tiba tiba jantungku merasakan rasa nyeri
Mungkin itu sebuah peringatan malaekat akan kematian
Dalam langkah kehidupanku
Ku pernah melangkah melebihi kapasitas manusiawiku
Dan kau mengingat ku karena kau merasa tersakiti
Mohon dimalam ini melalui hembusan
Sepoi renungan malam
Ku mohon maaf atas kehilafan raga dan jiwaku padamu
Agar saat kau mengingatku
Kau tersenyum karena keindahan taman hatimu
Tergugah kala bersamaku

Oh ...angin malam
Kabarkanlah kepadanya 
Kepada orang orang yang ingat akan diriku 
Karena khilafku
Karena sifatku
Untuk memaafkanku

Oh malam
Kibaskanlah cahaya nirwana
Untuk menggeliat pada senyuman
Kepada orang orang yang mengingatku
Karena aku pernah membuatnya tersenyum
Untuk memaafkanku

Oh nirwana
Bimbinglah arwah jiwaku agar senantiasa 
Bertasbih kepadaNya
Sehingga saat ku tak lagi ada
Ku tersenyum bahagia
Menghadap sang pemberi hidup