MENTARIKU
Ruang terasa hampa
Terhempas oleh gerahnya terik mentari
Dahaga mulai menyerang tenggorokan
Tanda keringnya hamparan asa
Dan kini ...
Air adalah banyangan yang paling nikmat
Namun di sisi lain
Saat membayangkan seteguk air
Gejolak lain mulai memberontak untuk ikut berdemo ingin juga di berikan asupan makanan buat energi
Oh.... mentari
Betapa kuatnya nikmat hangat yang kau pancarkan
Aku kini tak mampu menerobos teriknya harapan
Oleh risalah kehidupan
Terkapar dalam diam
Menanti saar bahagia
Menanti saat bergembira
Menanti saat kami tersenyum dan berdoa buat mengakhiri puasa hari ini
Rabu, 23 Mei 2018
Rabu, 16 Mei 2018
KEMATIAN
Kini kembali terbangun dari desakan malam
Yang menekan detak jantung yang terasa melambat
Peringatan akan sebuah akhir
Ku mulai tau
Ketika detak jantung tak lagi bergerak sejatinya itu bukanlah kematian
Ku mulai mengerti
Ketika kerja otak tak lagi mampu mengingat akanNya itulah kematian
Karena diri telah menyatu dengan dzatNya
Ya allah..... anugerah diri yang kau tunjukkan semoga dapat membuatku semakin menjadi lebih baik
Kini kembali terbangun dari desakan malam
Yang menekan detak jantung yang terasa melambat
Peringatan akan sebuah akhir
Ku mulai tau
Ketika detak jantung tak lagi bergerak sejatinya itu bukanlah kematian
Ku mulai mengerti
Ketika kerja otak tak lagi mampu mengingat akanNya itulah kematian
Karena diri telah menyatu dengan dzatNya
Ya allah..... anugerah diri yang kau tunjukkan semoga dapat membuatku semakin menjadi lebih baik
Selasa, 15 Mei 2018
Hiasan kalbu
Belajarlah menerima sebuah perbedaan
Karena itu adalah soal kehidupan yang membutuhkan jawaban kehidupan atas diri
Jika kau berhasil maka kau akan selalu merasakan arti kebahagiaan
Namun jika masih ada rasa tak menerima
Maka kembalilah untuk bertafakkur jejali lisanmu dengan asma Allah agar hati yang sombong terurai oleh kesejukan izzati
Senin, 14 Mei 2018
DAMAIKAN NEGERIKU
Jiwaku tak lagi mampu menatap tarian bintang saat kelam menyeruak menutupi teriknya kehidupan
Jalan kelam makin terbentang untuk diterobos jiwa jiwa yang hampa
Sepoi siulan bayu tak lagi membuat kesejukan oleh gejolak kehidupan yang melanda negeriku
Gerah.....
Gerah yang dapat membuat raga tersusupi angin masuk ke dalam rongga pori kulit hingga tergeletak mual karena masuk angin
Napas berat ku berharap negeriku damai dalam kesejukan
Bom surabaya
Bungkam oleh bencana melanda negeriku
Limpahan darah mengenai tanah airku
Tak mampu bernapas lega
Terobsesi serangan Bom dimana mana
Hanya doa kepada korban
semoga amal ibadahnya memberikan jalan menuju syurga
Jumat, 04 Mei 2018
Terasing
Ku merasa terasing
Dari gemerlapnya suasana kehidupan
Tak lagi dapat menikmati sa jungan
Tak lagi dapat menikmati gemerlapnya gemuruh perilaku
Semakin terasa terasing
Ketika detak jantung tak lagi teratur nelihat hiruk pikuk kehidupan
Salahkah aku skeptis
Salahkah aku apatis
Tak lagi mampu menikmati keperdulian
Hilangkah sosialku
Sirnakah ambisiku
Entahlah......
Ku tak akan perduli lagi
Karena yang utama bagaimana aku bisa bernapas lega menanti saatnya berpulang menuju zatullah
Senin, 05 Februari 2018
desah kematian
malam selalu kelam
Saat cahaya nurrabi menerobos ruang kalbu tanda peringatan malaekat menyambangi jiwa jiwa yang terhampar dalam tembang kematian
Dada kembali tak teratur sesekali terdesak suasana malam mencekam
Sementara pasukan malaekat berpatroli siap merazia atma yang afkir untuk di retur kepada sang khalik
Siap atau tidak siap
Kapan dan dimana
Hanya waktu
Tap perduli kau masih muda
Tak perduli kau belum kawin
Tak perduli kau sudah tua
Siklus kehidupan akan terus berganti
Anak anak akan menjadi muda yang muda akan dewasa yang dewasa akan menjadi tua
Yang tua akan tergantikan dengan yang muda
Masihkah kau lalai akan hidupmu
Masih saja belum melakukan apa apa
Sementara pasukan malaekat standby menunggu desah kematian
Tinggallah kamu
Tergolong orang sesat atau menyesatkan
Hanya kamu dan malaekat yang tau
Aku hanya berharap kita semua menjadi orang yang lebih baik
Dan masuk dalam golongan orang orang yang di ridhai
Sabtu, 08 Juli 2017
Menuju alam kematian
ALAM NURABBI
Terbangun dari derai tangisan awan dimalam ini mengantarkan separo malam menuju pagi tak mampu menenggelamkan aku ke alam mimpi
Kini ku terbangun dari hentakan detak irama jantung terasa tak teratur membuat dadaku terasa nyeri
Aku sadar bahwa itulah nikmat yang allah berikan kepadaku
Peringatan agar aku lebih banyak mengingat akan Nya dengan segera terbangun untuk berwudlu dan bermunajat melantunkan doa malam
Dan kini aku terbaring
Terlentang hanya terpokus pada derita yang allah anugerahkan sebagai peringatan hidupku menuju kegelapan panjang di alam bazrah kematian
Ku persiapkan diriku untuk menuju keindahan ridhaMu
Ya allah ya rabb kau jadikan malam sebagai persembuyian ridhaMu sebagaimana aku didalam kegelapan saat didalam ovarium rahim ibuku
Damai dengan percikan cahaya Nurabbi yang akan menyinari sisi gelap relung insani
Aku ihlas mengikuti kehendakmu
Andai malam ini kau mengirimkan malakul buat menuntunku menuju ridhaMu
Maka esok aku akan berpisah dengan dunia pana ini menuju kehidupan alam bazrah
Wahai sahabat dan saudaraku
Jika kau mendengar kabar tentangku
Tentang perpisahanku dengan dunia ini maka lapazkanlah
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun
Tanda aku telah menuju singgasana kematian
Dan
Mohon ampunanmu atas dosa hidupku
Hingga kau tersenyum saat mengingatku
Terbangun dari derai tangisan awan dimalam ini mengantarkan separo malam menuju pagi tak mampu menenggelamkan aku ke alam mimpi
Kini ku terbangun dari hentakan detak irama jantung terasa tak teratur membuat dadaku terasa nyeri
Aku sadar bahwa itulah nikmat yang allah berikan kepadaku
Peringatan agar aku lebih banyak mengingat akan Nya dengan segera terbangun untuk berwudlu dan bermunajat melantunkan doa malam
Dan kini aku terbaring
Terlentang hanya terpokus pada derita yang allah anugerahkan sebagai peringatan hidupku menuju kegelapan panjang di alam bazrah kematian
Ku persiapkan diriku untuk menuju keindahan ridhaMu
Ya allah ya rabb kau jadikan malam sebagai persembuyian ridhaMu sebagaimana aku didalam kegelapan saat didalam ovarium rahim ibuku
Damai dengan percikan cahaya Nurabbi yang akan menyinari sisi gelap relung insani
Aku ihlas mengikuti kehendakmu
Andai malam ini kau mengirimkan malakul buat menuntunku menuju ridhaMu
Maka esok aku akan berpisah dengan dunia pana ini menuju kehidupan alam bazrah
Wahai sahabat dan saudaraku
Jika kau mendengar kabar tentangku
Tentang perpisahanku dengan dunia ini maka lapazkanlah
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun
Tanda aku telah menuju singgasana kematian
Dan
Mohon ampunanmu atas dosa hidupku
Hingga kau tersenyum saat mengingatku
Rabu, 05 Juli 2017
Undangan kematian
Entah sampai kapan
Ujian ini masih ku terima
Tak ada waktu yang pasti tidak juga siang
menjelang malampun masih terasa menusuk dan nyeri yang hebat dengan dada terasa ditenpa benda berat
Andai saat ini
Undangan malaekat datang untuk menghadiri sakratul maut
maka besok ku sudah berpisah dengan dunia ini
Dunia yang sangat indah yang dipenuhi aneka gelora nafsu
Dimalam yang indah ini
Ku hanya mampu memohon maaf atas hidupku kala bersama menempuh kehidupan duniawi
Tersenyumlah jika kau bahagia oleh tingkah lakuku
Dan maafkan jika kau merasa marah dan merasa di rugikan oleh khilaf hidupku
Kamis, 29 Juni 2017
Gelap
Aku ada diantara dirimu dan diriNya
Bersentuhan dalam rasa menjumpai kegelapan malam
Saat kau dalam kegelapan ketika masih sebagai karubiun sel ovum ovarium ibumu kau masih bisa damai
Saat kau dalam kegelapan ketika masih sebagai janin di rahim ibumu kau masih damai
Namun saat kau menemui cahaya terang kau menangis pilu
Kau bisa menemui senyum kebahagiaan
Kau bisa menemui tawa kegembiraan
Namun kau tetap saja menangis
Jangan kau menangis lagi Duhai kekasih Allah SWT
Karena Itulah hidup
Diantara aku dan dirimu ada diriNya pengendali hidup
Serahkan hidup terangmu
saat kegelapan Dia melepas belenggu Ridha Nya dan saat cahaya terang dia mengikat ridhaNya
Wahai insan kerinduan
Manfaatkanlah gelapnya malam untuk menentukan ridhaNya dengan bertapakkur berserah diri kepada sang kuasa
Rabu, 28 Juni 2017
Ruang kalbu
Jangan kau mempersulit diri sendiri dengan persoalan hidup
Nikmatilah hidup ini dengan sederhana
Karena semua ini ada jarak ruang dan waktu
Kita hanya perlu bersyukur
Tanda kita mengakui yang kuasa hanyalah Dia Allah SWT
Yang lain dari bersyukur maka kau akan merasa tak nyaman dan tak tentram
Dengan bersyukur kau bisa tersenyum
Lalu kenapa kau bersedih jika itu membuat hatimu pilu dan lara
Lalu kenapa kau susah jika itu membuat mu berduka
Lalu kenapa kau mengeluh jika itu membuatmu dendam
Cobalah bersyukur
Dan renungilah dirimu
Dengan memperhatikan dan merasakan aliran napasmu
Sesaat tariklah napas pelan
Rasakan aliran darah menghinggapi lubang hatimu menuju Ubun ubunmu lalu lepaskan
jika kau menikmatinya sejatinya dirimu telah memperkenalkan dirimu kepadaNya
Dan bersyukurlah
Karena kau telah menggunakan napas sebagai media berdzikir
Nikmatilah hidup ini dengan sederhana
Karena semua ini ada jarak ruang dan waktu
Kita hanya perlu bersyukur
Tanda kita mengakui yang kuasa hanyalah Dia Allah SWT
Yang lain dari bersyukur maka kau akan merasa tak nyaman dan tak tentram
Dengan bersyukur kau bisa tersenyum
Lalu kenapa kau bersedih jika itu membuat hatimu pilu dan lara
Lalu kenapa kau susah jika itu membuat mu berduka
Lalu kenapa kau mengeluh jika itu membuatmu dendam
Cobalah bersyukur
Dan renungilah dirimu
Dengan memperhatikan dan merasakan aliran napasmu
Sesaat tariklah napas pelan
Rasakan aliran darah menghinggapi lubang hatimu menuju Ubun ubunmu lalu lepaskan
jika kau menikmatinya sejatinya dirimu telah memperkenalkan dirimu kepadaNya
Dan bersyukurlah
Karena kau telah menggunakan napas sebagai media berdzikir
Alam kematian
Jangan kau mengeluh dan bersedih karena sakitmu
Karena semua itu adalah bagian dari kehidupan
Tersenyum lah karena Allah SWT hanya mengabarkan kepadamu bahwa kematian itu pasti datang kepadamu
Mulai lah berbenah diri untuk menyambut alam lain setelah kematianmu
Tak ada yang lebih indah selain dapat diterima sebagai bagian hamba yang di ridhaiNya
Janganlah selalu berdesah karena keluhan hidupmu tapi manfaatkanlah desah balasmu untuk berdzikir
Agar kau mampu damai menjalani arti kehidupan
Selasa, 13 Juni 2017
IKTI'AP (kesedihan jiwa)
Sudah saatnya menghapus keraguan dengan keyakinan dari selimut kegelapan dengan masa depan yang lebih baik
Jangan biarkan keraguan menyelimuti ruang angan dan jiwamu
Mari bangkit dan tersenyumlah karena Allah SWT menjamin kehidupan kita sejak dari kegelapan saat di kedalaman perut
Dalam gelapnya rahim
Dalam gelapnya plasenta
Bahkan sejak balita sampai saat ini kita masih diberikan Rizki
Lalu apa yang membuatmu masih saja bersedih
Kau seharusnya tersenyum
Karena keimananmu akan mendapat imbalan Rizki dariNya
Lakukan lah apa yang ingin kau lakukan dengan koridor keimanan, karena hidup ini untuk di nikmati
Minggu, 04 Juni 2017
kembali
Pergilah wahai duka
Jiwaku hampa
Atmaku terkoyak
Tak jua damai
Ku ingin kembali ke masa lalu
Agar aku selalu tersenyum dan tertawa
Tak lagi ada kesedihan
Oh Malam
Suasana hembusan angin
Membawa ragaku tergetar oleh rasa sakit
Ku tak ingin perduli lagi
Karena inilah hidup
Ku telah bosan terkekang dalam kamuflase peralatan kesehatan yang mengikatku
Biarlah ku bebaskan diriku
Menikmati indahnya rasa sakit
Ku dapat semakin dekat dengan Nya
Merasakan getaran kalbu ridhaNya
Sekian lama ku nikmati nikmat sehat
Jika sekarang ku di berikan nikmat sakit
Apakah aku harus mengeluh
Karena dalam erangan
Ku dapatkan indah Nya selalu mengingat AkanNya
arwah jiwaku
Berita duka yang ku dengar
Ku tak tau tiba tiba jantungku merasakan rasa nyeri
Mungkin itu sebuah peringatan malaekat akan kematian
Dalam langkah kehidupanku
Ku pernah melangkah melebihi kapasitas manusiawiku
Dan kau mengingat ku karena kau merasa tersakiti
Mohon dimalam ini melalui hembusan
Sepoi renungan malam
Ku mohon maaf atas kehilafan raga dan jiwaku padamu
Agar saat kau mengingatku
Kau tersenyum karena keindahan taman hatimu
Tergugah kala bersamaku
Oh ...angin malam
Kabarkanlah kepadanya
Kepada orang orang yang ingat akan diriku
Karena khilafku
Karena sifatku
Untuk memaafkanku
Oh malam
Kibaskanlah cahaya nirwana
Untuk menggeliat pada senyuman
Kepada orang orang yang mengingatku
Karena aku pernah membuatnya tersenyum
Untuk memaafkanku
Oh nirwana
Bimbinglah arwah jiwaku agar senantiasa
Bertasbih kepadaNya
Sehingga saat ku tak lagi ada
Ku tersenyum bahagia
Menghadap sang pemberi hidup
Langganan:
Postingan (Atom)