Minggu, 02 April 2017

ridhaMu



Aku tak akan pernah mampu diam 
Aku tak akan pernah mampu berfikir
Berfikir tentangMu
Menerobos tiap ruang kerinduan
Rinduku akan ridhaMu

Terus ku cari
Terus ku telaah
Terus ku langkahkan
Tiap derap 
Tiap depa
Hanya mencari ridhaMu

Tak mampu ku berdebat
Ketika raga mulai terasa sakit
Sakit oleh ujian kesehatanaMu
Hanya mengerang
Menikmati degub jantung yang tak beraturan
Entah sampai kapan......?

Aku siap menujuMu
Tak akan ku menyesalinya
Karena itu adalah RidhaMu

Kamis, 06 Oktober 2016

Aku dan diriku-2



Dan kini  biarlah aku mati terlepas dari hawa nafsu ini

Hai tubuh........
bertahun-tahun sudah kau menuruti hawa nafsumu sendiri
makan
 melihat
mendengar
berjalan-jalan
tidur
bersenang-senang dan memuaskan hasrat
 Sungguh semua itu telah membuatmu semakin dekat dengan gerombolan syetan
Hidup dengan gambaran kemewahan dan kenikmatan dan melupakan akaNya sejatinya kau wahai tubuhku akan masuk ke neraka jahanam

Wahai tubuhku......
 Sekarang kau diberi nikmat sakit dan terpenjara dalam aturan kehidupan yanh akan kubelenggu dirimu dan kukalungkan di lehermu segala kewajiban aturan diri

Yang sebetulnya wahai tubuhku kau akan didekatkan kepada Allah swt
 Jika kau sanggup bertahan dalam keadaan seperti itu, kau pasti akan meraih kebahagiaan. Tapi jika kau tak sanggup, maka setidaknya kau akan mati di jalan syetan

Wahai tubuhku.......
Sekarang aku ingin merenungi diriku sendiri, sehingga aku benar-benar mengenalnya'
Maka aku pun merenungi diriku sendiri. Ternyata kesalahanku adalah bahwa hati dan hawa nafsuku masih bersatu. Sadarlah aku bahwa hal inilah yang menjadi sumber kemuskilanku selama ini. Cahaya Tuhan yang bersinar dalam hatiku telah dicuri oleh hawa nafsuku."

Aku dan diriku -1



Bertahun-tahun aku berjuang
 mengekang diri
meninggalkan pergaulan ramai

 Tapi betapapun aku berusaha keras
jalan menuju Allah tak kunjung terbuka
Aku harus melakukan sesuatu untuk memperbaiki diriku

 Aku membatin
 Bergumam tubuhku bertahun tahun menikmati nikmatnya kehidupan bersama nafsu duniawi
Menikmati nikmat yang allah anugerahkan
Tapi aku masih saja tak mampu bersyukur
Tapi aku masih saja bersedih
Tapi aku masih saja mengeluh

Senin, 03 Oktober 2016

Hujan di bulan ini



Tangisan awan makin berderai
Menitikkan kesedihannya
Desah petir dan amukan kilatan cahaya kemarahan menerjang ruang saat ini

Mahligai keindahan kini terhembus suasana dingin
Hanya diam dengan helai kain
Berharap menghangatkan raga dari buaian desah napas angin saat ini

Terjebak oleh kenyataan
Ku kini terkualai
Diam dalam dekapan selimut
Dan sesaat berharap terlelap melupakan kenyataan yang pernah terjad

Selasa, 19 Juli 2016

Harapan

Tembang kehidupan mengitari ruang hidup
Semua desir angin kerinduan
Datangkan rasa cinta
Gunakan cintamu
Manfaatkan cintamu
Sebagai keindahan taman hati
Jangan sia siakan
Karena hati adalah mustika kehidupan
Gunakan perhiasan hatimu dengan makna ridhaNya

Jumat, 24 Juni 2016

tersiksa


Jiwa jiwa yang terkapar menanti harapan
Jiwa Menerobos ruang kalbu
Mencari noktah terindah
Tak jua ada
Hanya kehampaan bersama datangnya bayangan senyum menyiksa

Ingin merdeka
Lepas dari gejolak rasa
Diam dalm keheningan
Yerbungkus mahligai bahgia
Hanya hayalan
Kenyataannya ku tersiksa oleh pesonamu

Kamis, 28 April 2016

ilham

Biarkan dirimu larut dalam anugerah ridha ilahi
semua pasti terjadi
semua pasti akan terlalui
hanya diri yang manpu menikmati keindahan
yang lain adakah sumber bahagia
hanya diri yang bisa menikmati keindahan


Rabu, 09 Desember 2015

kesejukan rindu


Menikmati hembusan angin kehidupan
Angan kini terasa ringan bagai kapas
Terbang menuju awan asmaramu
Bergayut diantara helaan kabut kehidupan

Dan kini awan kembali menangis bahagia
Menyaksikan gemuruh cintaku padamu



derita malam di HO

Aku tak mampu berfikir apa apa tentangmu
Aku tak jua mampu memberikan secercah cahaya keindahan
Aku adalah aku dengan diriku
Aku adalah aku yang hidup dalam dunia imaginasi
Saat ku tak lagi memiliki nilai 
Aku adalah aku yang kau singkirkan
Saat ku tak lagi mampu mengelak dari tatapamu
Aku adalah aku yang tersiksa karena harapan
Saat ku tak lagi menjanjikan makna bahagia
Aku adalah aku yang tak lagi diperdulikan

Kau adalah kamu dengan dirimu
Dirimu yang terjerebab dalam siksa bayangan
Kau adalah kamu dengan pikiranmu
Dirimu yang tersiksa dalam harapan

Dan aku adalah aku
Aku yang terbiasa yang terpinggirkan
Karena aku adalah aku yang diselimuti hamparan kelam
Dan kini makin gulita oleh pesonamu

Dan makin kelam oleh ceritamu
Dan makin tenggelam oleh egomu

Malam makin kelam
Akupun ingin pulas
Akan ku upayakan
Malam ini melupakanmu

Karena aku tak ingin 
Kau dengan dirimu
Menderita karena sikapku

Aku tau siapa diriku
Dan aku tak tau kamu dengan dirimu

Selasa, 08 Desember 2015

hiasi ruang kalbumu dengan berdzikir



Terbangun dari relaksasikan badan untuk aktifitas hari ini
Usiapun tak terasa makin hari makin mendekati kematian
Apa yang pernah kita lakukan untuk menjemput kematian

Kita hanya asik mengejar harapan duniawi
Untuk memuaskan hasrat nafsu
Nafsu ingin lebih dari yang lain
Nafsu ingin menguasai
Nafsu ingin memiliki kekayaan

Dan....
Lupa menabung untuk kematian
Lubang kecil nan sempit adalah akhir segalanya
Lalu kenapa kita harus memaksakan diri untuk terus dan terus mengumpulkan harta
Sementara hanya seutas kain yang akan melengkapi menghadap kehidupan lain
Kehidupan alam roh dan nyawa

Alam duniawi adalah alam kehidupan raga
Yang harus di nikmati dengan nafsu
Namun semakin kau di kuasai nafsu
Maka sebetulnya kita telah di kuasasi oleh jin dan syetan

Kenapa tidak.....
Mengendalikan nafsu
Kenapa enggan untuk memulainya
Hanya dengan memanfaatkan setiap desah napasmu untuk berdzikir


Sabtu, 28 November 2015

orasi kalbu



Malam minggu sendiri di rumah
Ditemani suara menakutkan dari tenggorokan genderang nyanyian kodok,
teriakan belalang malam, 
suara jangkrik 
Dan desahan angin malam

Ku ingin malam ini menyibak awan kelam
Menikmati tarian bintang dan terpaan sinar rembulan 
Menyinari ruang kalbu rinduku

Betapa lelah meniti sendiri
Bergeming dari desakan gelora rindu
Ingin menikmati malam ini
Berdua dengan mu

Merajut dian lentera cahaya malam
Menuju cahaya cinta

Namun harapan itu kini menjadi khayalan menyiksa
Karena aku tetaplah aku 
Yang tak mampu berpaling dari harapan cintamu

Minggu, 06 September 2015

bersyukur



Malam makin kelam
Suasana hati dirundung gelisah
Rindu akan kedamaian
Rindu akan kebahagiaan
Tak jua ku dapatkan
Karena semua itu adalah hembusan syetan lewat perantara nafsu

Malam makin kelam
Ketika hatiku terkuak
Kalbuku terbuka lebar
Subahanallah, semua telah disiapkan
Tinggal diri yang memaknainya
Mampukah menerima ridhaNya

Mampukah kita menerima ridha dan ihlas atas segala yang telah di siapkan

Itulah kunci kebahagiaan
Apapun yang terjadi
Saat ada derita pasti akan datang kebahagiaan
Bagaimana kita bisa tau arti bahagia jika tidak pernah merasakan derita

Mampukah kita bersyukur dengan gerak kita
Dengan gerik kita
Dengan napas kita
Hanya diri yang paling tau bahagia yang kita butuhkan
Kejar dan raihlah
Dengan tetap bersyukur



Selasa, 25 Agustus 2015

panah asmara



Ruang hatiku beku
Tertimbun bongkahan dinginnya angan 
Saat hembusan kerinduan menerobos kisi ruang cintaku
Harapanku sirna
Asaku koyak
Tak lagi memiliki harapan

Cinta yang kau tawarkan
Kini telah menawan seluruh pertahan cintaku
Luluh lantah dalam pesona malam

Tak jua mampu tertidur
Hanya diam menatap slide fhoto selfiemu
Yang tak jua ku berani berterus terang
Betapa aku berharap memilikimu
Betapa aku berharap kau menyayangiku
Mengasihiku

Aku menyukaimu melebihi rasa sukaku
Aku menyayangimu melebihi rasa sayang kepada diriku
Aku merindukanmu melebihi separuh hidupku

Aku hanya bergumam
aku mencintaimu
Aku menyayangimu
Aku menyukaimu
Aku merindukanmu

Semoga di malam sunyi ini
Energi cintaku membuat hatimu tergugah untuk mengingatku
Ku berharap 
Kau mengatakan apa yang ku harapkan
Hanya sebuah pengakuan akan diriku di hatimu

Akan ku siapkan segalanya
Untuk menerima kenyataan itu