Selasa, 19 Juli 2016

Harapan

Tembang kehidupan mengitari ruang hidup
Semua desir angin kerinduan
Datangkan rasa cinta
Gunakan cintamu
Manfaatkan cintamu
Sebagai keindahan taman hati
Jangan sia siakan
Karena hati adalah mustika kehidupan
Gunakan perhiasan hatimu dengan makna ridhaNya

Jumat, 24 Juni 2016

tersiksa


Jiwa jiwa yang terkapar menanti harapan
Jiwa Menerobos ruang kalbu
Mencari noktah terindah
Tak jua ada
Hanya kehampaan bersama datangnya bayangan senyum menyiksa

Ingin merdeka
Lepas dari gejolak rasa
Diam dalm keheningan
Yerbungkus mahligai bahgia
Hanya hayalan
Kenyataannya ku tersiksa oleh pesonamu

Kamis, 28 April 2016

ilham

Biarkan dirimu larut dalam anugerah ridha ilahi
semua pasti terjadi
semua pasti akan terlalui
hanya diri yang manpu menikmati keindahan
yang lain adakah sumber bahagia
hanya diri yang bisa menikmati keindahan


Rabu, 09 Desember 2015

kesejukan rindu


Menikmati hembusan angin kehidupan
Angan kini terasa ringan bagai kapas
Terbang menuju awan asmaramu
Bergayut diantara helaan kabut kehidupan

Dan kini awan kembali menangis bahagia
Menyaksikan gemuruh cintaku padamu



derita malam di HO

Aku tak mampu berfikir apa apa tentangmu
Aku tak jua mampu memberikan secercah cahaya keindahan
Aku adalah aku dengan diriku
Aku adalah aku yang hidup dalam dunia imaginasi
Saat ku tak lagi memiliki nilai 
Aku adalah aku yang kau singkirkan
Saat ku tak lagi mampu mengelak dari tatapamu
Aku adalah aku yang tersiksa karena harapan
Saat ku tak lagi menjanjikan makna bahagia
Aku adalah aku yang tak lagi diperdulikan

Kau adalah kamu dengan dirimu
Dirimu yang terjerebab dalam siksa bayangan
Kau adalah kamu dengan pikiranmu
Dirimu yang tersiksa dalam harapan

Dan aku adalah aku
Aku yang terbiasa yang terpinggirkan
Karena aku adalah aku yang diselimuti hamparan kelam
Dan kini makin gulita oleh pesonamu

Dan makin kelam oleh ceritamu
Dan makin tenggelam oleh egomu

Malam makin kelam
Akupun ingin pulas
Akan ku upayakan
Malam ini melupakanmu

Karena aku tak ingin 
Kau dengan dirimu
Menderita karena sikapku

Aku tau siapa diriku
Dan aku tak tau kamu dengan dirimu

Selasa, 08 Desember 2015

hiasi ruang kalbumu dengan berdzikir



Terbangun dari relaksasikan badan untuk aktifitas hari ini
Usiapun tak terasa makin hari makin mendekati kematian
Apa yang pernah kita lakukan untuk menjemput kematian

Kita hanya asik mengejar harapan duniawi
Untuk memuaskan hasrat nafsu
Nafsu ingin lebih dari yang lain
Nafsu ingin menguasai
Nafsu ingin memiliki kekayaan

Dan....
Lupa menabung untuk kematian
Lubang kecil nan sempit adalah akhir segalanya
Lalu kenapa kita harus memaksakan diri untuk terus dan terus mengumpulkan harta
Sementara hanya seutas kain yang akan melengkapi menghadap kehidupan lain
Kehidupan alam roh dan nyawa

Alam duniawi adalah alam kehidupan raga
Yang harus di nikmati dengan nafsu
Namun semakin kau di kuasai nafsu
Maka sebetulnya kita telah di kuasasi oleh jin dan syetan

Kenapa tidak.....
Mengendalikan nafsu
Kenapa enggan untuk memulainya
Hanya dengan memanfaatkan setiap desah napasmu untuk berdzikir


Sabtu, 28 November 2015

orasi kalbu



Malam minggu sendiri di rumah
Ditemani suara menakutkan dari tenggorokan genderang nyanyian kodok,
teriakan belalang malam, 
suara jangkrik 
Dan desahan angin malam

Ku ingin malam ini menyibak awan kelam
Menikmati tarian bintang dan terpaan sinar rembulan 
Menyinari ruang kalbu rinduku

Betapa lelah meniti sendiri
Bergeming dari desakan gelora rindu
Ingin menikmati malam ini
Berdua dengan mu

Merajut dian lentera cahaya malam
Menuju cahaya cinta

Namun harapan itu kini menjadi khayalan menyiksa
Karena aku tetaplah aku 
Yang tak mampu berpaling dari harapan cintamu

Minggu, 06 September 2015

bersyukur



Malam makin kelam
Suasana hati dirundung gelisah
Rindu akan kedamaian
Rindu akan kebahagiaan
Tak jua ku dapatkan
Karena semua itu adalah hembusan syetan lewat perantara nafsu

Malam makin kelam
Ketika hatiku terkuak
Kalbuku terbuka lebar
Subahanallah, semua telah disiapkan
Tinggal diri yang memaknainya
Mampukah menerima ridhaNya

Mampukah kita menerima ridha dan ihlas atas segala yang telah di siapkan

Itulah kunci kebahagiaan
Apapun yang terjadi
Saat ada derita pasti akan datang kebahagiaan
Bagaimana kita bisa tau arti bahagia jika tidak pernah merasakan derita

Mampukah kita bersyukur dengan gerak kita
Dengan gerik kita
Dengan napas kita
Hanya diri yang paling tau bahagia yang kita butuhkan
Kejar dan raihlah
Dengan tetap bersyukur



Selasa, 25 Agustus 2015

panah asmara



Ruang hatiku beku
Tertimbun bongkahan dinginnya angan 
Saat hembusan kerinduan menerobos kisi ruang cintaku
Harapanku sirna
Asaku koyak
Tak lagi memiliki harapan

Cinta yang kau tawarkan
Kini telah menawan seluruh pertahan cintaku
Luluh lantah dalam pesona malam

Tak jua mampu tertidur
Hanya diam menatap slide fhoto selfiemu
Yang tak jua ku berani berterus terang
Betapa aku berharap memilikimu
Betapa aku berharap kau menyayangiku
Mengasihiku

Aku menyukaimu melebihi rasa sukaku
Aku menyayangimu melebihi rasa sayang kepada diriku
Aku merindukanmu melebihi separuh hidupku

Aku hanya bergumam
aku mencintaimu
Aku menyayangimu
Aku menyukaimu
Aku merindukanmu

Semoga di malam sunyi ini
Energi cintaku membuat hatimu tergugah untuk mengingatku
Ku berharap 
Kau mengatakan apa yang ku harapkan
Hanya sebuah pengakuan akan diriku di hatimu

Akan ku siapkan segalanya
Untuk menerima kenyataan itu

Minggu, 16 Agustus 2015

beginilah aku



Selagi muda berfoya foya tak juga perduli akan hari esok
Happy and happy sebagai aktifitas keseharian
Terjebak dalam dunia glamour
Mencari hiburan dengan bernyanyi 
bergembira di tempat karaoke 
hingga terjebak masuk kamar oke

Tak ingin semua terlalui dengan tanpa bahagia
Hingga kini usia semakin mendekati kematian
Terjebak kenangan masa lalu yang penuh sensasi
Terlunta di kehidupan modern
Menyesali sikap dan perilaku yang telah lalu

Hanya sendiri menikmati kematian
Teman sejati
Sahabat dan keuarga 
Tak lagi memiliki arti
Ketika harus berhadapan dengan sakratul maut
Kematian adalah rahasiaNya


Kamis, 13 Agustus 2015

syahwat cinta



Dunia semakin mengecil
Saat masih kecil
Jalanan masih langgeng dan sangat terasa betapa kecilnya aku
Tapi kini......
Jalanan sangat sempit dan terasa pengap
Rumah rumah  yang dulu masih bisa berlarian kini untuk melangkah saja terasa sulit

Oh ... Dunia
Dunia yang di penuhi oleh besarnya rasa cinta
Dunia yang di penuhi oleh besarnya harapan bahagia

Oh dunia
Tak jua ada yang abadi
Dihari yang lalu masih dapat tersenyum
Namun kini suasana dipenuhi oleh rasa sesak

Sesak oleh kepadatan dan kemacetan
Sesak oleh derita lara cinta
Cinta yang membuat hati berbunga
Kini gersang diterpa prahara asmara

Entahlah....
Esok masih adakah cinta
Karena esok tak lagi ada cinta yang ada hanyalah saling membutuhkan
Tak lagi ada moralitas
Tak lagi ada aturan 

Syahwat sudah mulai di pertontonkan
Syahwat sudah tidak lagi tabu untuk di bicarakan
Syahwat kini di jadikan entertain
Syahwat kini dijadikan sebagai pekerjaan

Hatiku miris
Hatiku sedih
Hancurlah pradaban 
Hancurnya adat istiadat
Terdorong oleh kebutuhan akan syahwat

Semoga netizent sahabatku 
Masih memiliki rasa sabar dan berjiwa besar dengan mengubar syahwatnya setelah ikrar ijab kabul di upacarakan

Yakinlah kebahagiaan akan kita nikmati
Dengan ihlas menerima aturan dan ajaran agama


Minggu, 02 Agustus 2015

derita malam



ku buka helai lembar kalbuku
Mencari helai kedamaian
Hanya letih
Membuatku diam tak mampu menahan gejolak rindu

Helai lembar kedamaian di hatiku
Telah terpenuhi oleh tatapan penawaran bahagia Cintamu

Dan kini malam mendekati pagi
Ku ingin sesaat saja terbaring
Terlepas dari slide bayangan cintamu

Dan bahagia walau dialam mimpi
Lelah mendaki puncak bahagia
Dan kini kibaran bendera bahagia
Terlalu jauh untuh ku raih

Sabar dan sabar
Saatnya tiba akan datang ridhaNya
Untuk bahagiaku

malam sunyi



Di kesunyian malam
Ku mencoba membuka lembaran hati
Ada kegelisahan yang mendera
Sisi lain di bilik kalbu 
Mungkin tersimpan arti bahagia

Hanya menatap
Yang ada hanyalah senyum pesonamu
Yang membuat getar rindu 
Dan kini

Sisa malam
Ku ingin damai sesaat saja
Berbaring dan terlelap
Di alam tidur 
Mungkin ku bisa menemukan arti bahagia