Selasa, 08 Desember 2015

hiasi ruang kalbumu dengan berdzikir



Terbangun dari relaksasikan badan untuk aktifitas hari ini
Usiapun tak terasa makin hari makin mendekati kematian
Apa yang pernah kita lakukan untuk menjemput kematian

Kita hanya asik mengejar harapan duniawi
Untuk memuaskan hasrat nafsu
Nafsu ingin lebih dari yang lain
Nafsu ingin menguasai
Nafsu ingin memiliki kekayaan

Dan....
Lupa menabung untuk kematian
Lubang kecil nan sempit adalah akhir segalanya
Lalu kenapa kita harus memaksakan diri untuk terus dan terus mengumpulkan harta
Sementara hanya seutas kain yang akan melengkapi menghadap kehidupan lain
Kehidupan alam roh dan nyawa

Alam duniawi adalah alam kehidupan raga
Yang harus di nikmati dengan nafsu
Namun semakin kau di kuasai nafsu
Maka sebetulnya kita telah di kuasasi oleh jin dan syetan

Kenapa tidak.....
Mengendalikan nafsu
Kenapa enggan untuk memulainya
Hanya dengan memanfaatkan setiap desah napasmu untuk berdzikir


Sabtu, 28 November 2015

orasi kalbu



Malam minggu sendiri di rumah
Ditemani suara menakutkan dari tenggorokan genderang nyanyian kodok,
teriakan belalang malam, 
suara jangkrik 
Dan desahan angin malam

Ku ingin malam ini menyibak awan kelam
Menikmati tarian bintang dan terpaan sinar rembulan 
Menyinari ruang kalbu rinduku

Betapa lelah meniti sendiri
Bergeming dari desakan gelora rindu
Ingin menikmati malam ini
Berdua dengan mu

Merajut dian lentera cahaya malam
Menuju cahaya cinta

Namun harapan itu kini menjadi khayalan menyiksa
Karena aku tetaplah aku 
Yang tak mampu berpaling dari harapan cintamu

Minggu, 06 September 2015

bersyukur



Malam makin kelam
Suasana hati dirundung gelisah
Rindu akan kedamaian
Rindu akan kebahagiaan
Tak jua ku dapatkan
Karena semua itu adalah hembusan syetan lewat perantara nafsu

Malam makin kelam
Ketika hatiku terkuak
Kalbuku terbuka lebar
Subahanallah, semua telah disiapkan
Tinggal diri yang memaknainya
Mampukah menerima ridhaNya

Mampukah kita menerima ridha dan ihlas atas segala yang telah di siapkan

Itulah kunci kebahagiaan
Apapun yang terjadi
Saat ada derita pasti akan datang kebahagiaan
Bagaimana kita bisa tau arti bahagia jika tidak pernah merasakan derita

Mampukah kita bersyukur dengan gerak kita
Dengan gerik kita
Dengan napas kita
Hanya diri yang paling tau bahagia yang kita butuhkan
Kejar dan raihlah
Dengan tetap bersyukur



Selasa, 25 Agustus 2015

panah asmara



Ruang hatiku beku
Tertimbun bongkahan dinginnya angan 
Saat hembusan kerinduan menerobos kisi ruang cintaku
Harapanku sirna
Asaku koyak
Tak lagi memiliki harapan

Cinta yang kau tawarkan
Kini telah menawan seluruh pertahan cintaku
Luluh lantah dalam pesona malam

Tak jua mampu tertidur
Hanya diam menatap slide fhoto selfiemu
Yang tak jua ku berani berterus terang
Betapa aku berharap memilikimu
Betapa aku berharap kau menyayangiku
Mengasihiku

Aku menyukaimu melebihi rasa sukaku
Aku menyayangimu melebihi rasa sayang kepada diriku
Aku merindukanmu melebihi separuh hidupku

Aku hanya bergumam
aku mencintaimu
Aku menyayangimu
Aku menyukaimu
Aku merindukanmu

Semoga di malam sunyi ini
Energi cintaku membuat hatimu tergugah untuk mengingatku
Ku berharap 
Kau mengatakan apa yang ku harapkan
Hanya sebuah pengakuan akan diriku di hatimu

Akan ku siapkan segalanya
Untuk menerima kenyataan itu

Minggu, 16 Agustus 2015

beginilah aku



Selagi muda berfoya foya tak juga perduli akan hari esok
Happy and happy sebagai aktifitas keseharian
Terjebak dalam dunia glamour
Mencari hiburan dengan bernyanyi 
bergembira di tempat karaoke 
hingga terjebak masuk kamar oke

Tak ingin semua terlalui dengan tanpa bahagia
Hingga kini usia semakin mendekati kematian
Terjebak kenangan masa lalu yang penuh sensasi
Terlunta di kehidupan modern
Menyesali sikap dan perilaku yang telah lalu

Hanya sendiri menikmati kematian
Teman sejati
Sahabat dan keuarga 
Tak lagi memiliki arti
Ketika harus berhadapan dengan sakratul maut
Kematian adalah rahasiaNya


Kamis, 13 Agustus 2015

syahwat cinta



Dunia semakin mengecil
Saat masih kecil
Jalanan masih langgeng dan sangat terasa betapa kecilnya aku
Tapi kini......
Jalanan sangat sempit dan terasa pengap
Rumah rumah  yang dulu masih bisa berlarian kini untuk melangkah saja terasa sulit

Oh ... Dunia
Dunia yang di penuhi oleh besarnya rasa cinta
Dunia yang di penuhi oleh besarnya harapan bahagia

Oh dunia
Tak jua ada yang abadi
Dihari yang lalu masih dapat tersenyum
Namun kini suasana dipenuhi oleh rasa sesak

Sesak oleh kepadatan dan kemacetan
Sesak oleh derita lara cinta
Cinta yang membuat hati berbunga
Kini gersang diterpa prahara asmara

Entahlah....
Esok masih adakah cinta
Karena esok tak lagi ada cinta yang ada hanyalah saling membutuhkan
Tak lagi ada moralitas
Tak lagi ada aturan 

Syahwat sudah mulai di pertontonkan
Syahwat sudah tidak lagi tabu untuk di bicarakan
Syahwat kini di jadikan entertain
Syahwat kini dijadikan sebagai pekerjaan

Hatiku miris
Hatiku sedih
Hancurlah pradaban 
Hancurnya adat istiadat
Terdorong oleh kebutuhan akan syahwat

Semoga netizent sahabatku 
Masih memiliki rasa sabar dan berjiwa besar dengan mengubar syahwatnya setelah ikrar ijab kabul di upacarakan

Yakinlah kebahagiaan akan kita nikmati
Dengan ihlas menerima aturan dan ajaran agama


Minggu, 02 Agustus 2015

derita malam



ku buka helai lembar kalbuku
Mencari helai kedamaian
Hanya letih
Membuatku diam tak mampu menahan gejolak rindu

Helai lembar kedamaian di hatiku
Telah terpenuhi oleh tatapan penawaran bahagia Cintamu

Dan kini malam mendekati pagi
Ku ingin sesaat saja terbaring
Terlepas dari slide bayangan cintamu

Dan bahagia walau dialam mimpi
Lelah mendaki puncak bahagia
Dan kini kibaran bendera bahagia
Terlalu jauh untuh ku raih

Sabar dan sabar
Saatnya tiba akan datang ridhaNya
Untuk bahagiaku

malam sunyi



Di kesunyian malam
Ku mencoba membuka lembaran hati
Ada kegelisahan yang mendera
Sisi lain di bilik kalbu 
Mungkin tersimpan arti bahagia

Hanya menatap
Yang ada hanyalah senyum pesonamu
Yang membuat getar rindu 
Dan kini

Sisa malam
Ku ingin damai sesaat saja
Berbaring dan terlelap
Di alam tidur 
Mungkin ku bisa menemukan arti bahagia


Sabtu, 01 Agustus 2015

hamparan rindu

HAMPARAN RINDU

Terbentang luas alam raya
Terhiasi aneka kehidupan
Sisi hati tetaplah rahasia
Kerena hati tetap indah ketika suasana hati
 dihiasi panorama keindahan

Hanya diri yang merasakan
Orang lain hanyalah media
Rawatlah medianya jika tetap ingin tersenyum

Berilah pupuk kejujuran
Rawatlah dengan keihlasan
Karena cinta membutuhkan suasana terindah
Cinta akan indah pada media yang terawat

Mulailah dengan menata kerinduan
Dengan merindukan ridhaNya
Manfaatkan selalu gerakmu, gerikmu, 
napasmu sebagai media buat mendekatkan diri pada sang khalik

kerinduan adalah sarana menuju bahagia
Tatalah rindu dengan hamparan asma Allah
Saatnya tiba bahagia akan menjadikanmu tersenyum

Minggu, 10 Mei 2015

pesona senja



Di suatu senja di musim yang lalu
Ku tatap harapan bahagia 
Ketika senyum indah merona di setiap tatapan mendekati malam

Ku terpaku
Ku termenung
Ku terpesona
Hingga tak mampu menetralisir angan yang poranda oleh hasutan angan yang ingin memilikimu

Malam kini datang
Saat hati seharusnya damai
Seharusnya tentram
Hingga ku merasakan getar kerinduan akan cintamu

Dalam diam ku hanya mampu berucap
Izinkan aku memiliki cintamu
Buat kita terlena dalam desah kerinduan

Selasa, 21 April 2015

ARWAH KERINDUAN



kemarin kini telah menjadi kenangan hidup
Tanda usia telah melewati batas waktu

Sesaat kesadaranku diterjang kegalauan
Manakala ingat tentang hari itu

Saat keyakinanku tentang bahagiaku bersamamu
Telah terkontaminasi virus cemburu

Rasa setiaku
Rasa percayaku
Rasa yakinku
Telah kau koyak dan menghempaskan derita rinduku 
pada palung kepedihan

Ingat akan sikapmu dirimu adalah derita
Ingat akan senyummu adalah kerinduan
Ku lelah
Ku letih
Hingga waktu telah mengobati kepedihanku

Sesaat terlupakan
Namum tetap menyakitkan

Cintaku telah kau bawa dan kau lemparkan 
pada jutang kehancuran
Ku salah menyerahkan jiwa ragaku buatmu
Walau ku tau itu adalah derita

Itulah aku dengan cintaku padamu




Minggu, 12 April 2015

pesona senyuman



Menata senyuman saat mentari menyinari dunia
Adalah gubahan hati buat menerima arti bahagia
Tatalah senyumanmu
Nikmati tiap desah keindahan

Dengan senyuman darah akan mengalir sempurna
 untuk organ kehidupan

Jangan selalu mengeluh 
karena mengeluh adalah pintu menuju kesengsaraan

Biarlah yang telah terjadi menjadi pengalaman hidup
 yang tak pernah kita akan lalui
manfaatkan desah napasmu 
Terkoneksikan dengan akal pikiran
 untuk fokus kepada Dzatullah

Manfaatkan napasmu buat berdzikir
Semoga ridha ilahi menjadikanmu 
orang yang pandai bersyukur

Rabu, 08 April 2015

nikmat rasa



Memikirkan apa yang ingin dilakukan adalah sebuah kesia siaan
Memikirkan apa yang pernah kau lakukan adalah langkah mundur meraih sukses
Memikirkan tetang hari esok adalah harapan yang akan membuatmu terjerat derita

Namun
Jika kaumelakukan apa yang dapat kau lakukan di saat ini itulah kenyataan yang dapat membuatmu tersenyum
Saat kau tau apa yang kau lakukan adalah hal yang terbaik buat dirimu dan orang lain

Jika kau resah jangan kau mengeluh tapi bertasbihlah buat menentramkan jiwa
Jika kau berduka jangan kau menangis namun tersenyumlah
Karena di balik duka tersimpan kebahagiaan
Jika kau berbahagia maka menangislah karena syukurmu atas Ridha Ilahi atas berkah nikmat hidupmu

kau


tatapanku kosong
Hatiku gundah
Kaki tak jua terarah
Penawaran cintamu telah membuat hatiku terhempas
Ku tak mampu menetralisir angan 

Ingin ku menangis
Ingin ku berteriak
Tapi ku tak mampu 
Hanya diam dengan suasana hati sesak

Oh cinta
Ku telah terpsona oleh publisitas cintamu
Ku tertarik hingga ku mendekat
Namun...... 

Oh cinta....
Hatiku tak mampu tersenyum
Kala tatapan mataku menerobos ruang dimana kau bersamanya
Sakit terasa perih

Langkah penuh gairah kini terkulai tak berdaya
Lemah hingga ku terperosok tak mampu 
menahan beban gelora cintaku

Kau telah menghipnotis angan dan jiwaku
Hingga ku serahkan cintaku padamu
Tapi kini.....taman senyumku telah gersang
Tersapu oleh sikap dan pesonamu

Pesona yang kau sebarkan buat nafsumu
Kini ku telah layu
Ku telah tandus
Tak lagi mampu tersenyum oleh ratapan cinta



tersenyumlah

Kesedihan adalah lubang derita
Penyesalan adalah lubang was was
Mengeluh adalah lubang hati mendekati kelaraan

Kenapa kau bersedih
Padahal semua yang ada telah tersedia buat di nikmati

Kenapa kau menyesal 
Padahal semua yang telah berlalu telah menjadi mimpi
Jika kenyataan saat ini kau arahkan
 untuk selalu berbuat yang terbaik buat hidupmu
Maka esok kau akan tersenyum

Kenapa kau mengeluh
Padahal apa yang kau keluhkan tentang dirimu 
Orang lain menginginkannya

Tersenyumlah sahabat
Karena senyuman adalah media 
Buat meraih bahagia